Tintainformasi.com, Tulang Bawang —
Dugaan penggunaan ijazah palsu Kepala Kampung Bumiratu, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, AM mencuat ke publik.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, AM diduga memalsukan ijazah Paket B (setara pendidikan formal Sekolah menengah Pertama atau SMP) yang digunakannya saat mencalonkan diri dalam kontestasi pemilihan kepala kampung setempat pada September 2023 silam.
Menurut narasumber, Ijazah Pendidikan Kesetaraan Program Paket B milik Abdul Malik yang diterbitkan PKBM Budi Jaya yang berada di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur dinilai prematur.
Pasalnya, hasil penelusuran di Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) AM tercatat masuk sekolah di PKBM Budi Jaya, 18 Agustus 2021. Berselang 10 bulan kemudian dinyatakan lulus atau 16 Juni 2022. Padahal jika merujuk pada aturan pendidikan, sekolah tingkat SMP itu memiliki tiga jenjang atau selama tiga tahun.
“Keanehan lain adanya perbedaan waktu dalam blanko formulir pendaftaran peserta didik di PKBM itu, karena di formulir yang kami peroleh tertulis AM mendaftar 20 Agustus 2019. Makanya kami menduga ijazah AM ini palsu, karena beberapa hal yang kami nilai tidak sinkron,” ujar narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, untuk memastikan keabsahan ijazah AM dirinya sempat menelusuri daftar kelulusan siswa di tahun yang sama dengan AM. Namun, hasilnya tidak ditemukan.
“Hasil kroscek dalam daftar kelulusan di PKBM Budi Jaya di tahun 2022 itu, enggak ada nama AM. Makanya ini aneh, kok ada ijazahnya tapi dicek di daftar kelulusan namanya enggak ada,” terang dia.
Ia menilai, selain persoalan ini mencederai proses demokrasi pada saat pemilihan kepala kampung kala itu juga memiliki unsur tindak pidana karena telah melakukan dugaan pemalsuan dokumen negara.
“Harapan kami dugaan ini dapat segera terungkap secara terang benderang ke tengah masyarakat. Kami berharap pihak-pihak yang memiliki kapasitas dan kompetensi dapat memberikan kejelasannya,” tegas dia.
Wartawan berupaya mengkonfirmasi terkait informasi dugaan ijazah palsu AM terhadap Kepala PKBM Budi Jaya, Ahmad Harisudin namun tidak membuahkan hasil. Ahmad Harisudin terkesan menutup informasi terkait dugaan tersebut dan menghindari wartawan.
Ahmad Harisudin sempat berjanji akan menemui wartawan untuk memberikan informasi ketika dihubungi pejabat Dinas Pendidikan Lampung Timur. Namun saat disambangi di kantornya, Kepala PKBM itu tidak berada di tempat.
“Bapak enggak ada di tempat, lagi keluar,” ujar salah seorang perempuan yang ditemui wartawan di lingkungan PKBM Budi Jaya. (Team.red)

