Tintainformasi.com, Tanggamus — Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pekon Sinarjawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Adelia Nuraini (21) mengaku ditakut-takuti oleh dua orang tak dikenal (OTK) yang datang ke kediamannya dan mengaku sebagai pengawas Bumdes dari pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada hari kemarin, sekira pukul 12.15 WIB.
Menurut Adelia, kejadian bermula saat dirinya hendak bertolak ke Kecamatan Air Naningan. Namun, dua orang yang tidak dikenalnya tiba-tiba datang dan memaksa masuk ke dalam rumah.
“Mereka mengaku sebagai pengawas Bumdes dari pusat. Salah satunya bahkan mengancam saya, akan dipanggil ke Kejaksaan jika tidak segera ‘dibantu’,” ujar Adelia saat ditemui tim media di kediamannya pada Jumat, (30/1/2026).
Perbincangan antara Adelia dan kedua OTK tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Dalam percakapan itu, keduanya mulai meminta sejumlah uang dengan nominal yang berubah-ubah.
“Mereka bilang di tempat lain ada yang sampai Rp1,7 juta, ada juga Rp1,9 juta. Tapi kalau di sini cukup Rp1,2 juta saja,” kata Adelia menirukan ucapan kedua OTK tersebut.
Merasa terintimidasi dan telah dikelabui sebesar Rp1,2 juta, Adelia akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada kepala pekonnya.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Pekon Sinarjawa terpilih, Hadi Hariyanto, mengimbau seluruh jajaran aparatur pekon serta warga agar lebih waspada terhadap oknum yang mengaku-ngaku sebagai pejabat atau pengawas.
“Ini jadi pembelajaran bersama. Kita harus lebih teliti dan tidak mudah diperdaya oleh orang yang tidak dikenal dan tidak jelas identitasnya,” tegas Hadi.
Ia juga meminta agar setiap kejadian mencurigakan segera dikoordinasikan dengan pihak pekon.
“Kalau ada hal-hal yang mencurigakan, silakan langsung hubungi saya di nomor 0822-6951-1519. Saya siap dihubungi 24 jam,” pungkasnya. (Adi)

