BERITALampung Selatan

Ketua PWI Lampung Wirahadi Kusumah Tegaskan Profesionalisme Wartawan Pada Konferkab IX PWI Lampung Selatan

97

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menegaskan pentingnya profesionalisme, kompetensi, serta penjagaan martabat wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini.

Penegasan tersebut disampaikan Wirahadikusumah dalam sambutannya pada Konferensi Kabupaten (Konferkab) IX PWI Lampung Selatan masa bakti 2026–2029, yang digelar di Grand Elty Krakatoa Hotel, Kalianda, Rabu (14/1/2026). Konferkab kali ini mengusung tema “Mewujudkan Wartawan yang Profesional dan Bermartabat Menuju Lampung Selatan Maju”.

Mengawali sambutannya, Ketua PWI Lampung menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti kegiatan konferensi dengan baik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, para segenap tamu undangan setempat serta seluruh pihak yang terus menjalin sinergi dengan PWI.

Wirahadikusumah menjelaskan bahwa Konferkab IX menjadi penanda perjalanan panjang PWI Lampung Selatan yang telah berlangsung selama kurang lebih 24 tahun. Selama kurun waktu tersebut, PWI dan insan pers terus berjalan beriringan bersama pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan melalui penyampaian informasi yang berbasis fakta

Wartawan memiliki tugas utama menyampaikan informasi kepada publik dalam bentuk berita yang telah melalui proses kerja jurnalistik. Informasi dan berita itu berbeda. Informasi bisa diciptakan siapa saja, tetapi berita hanya bisa dihasilkan melalui kerja jurnalistik yang berlandaskan verifikasi, kode etik, dan disiplin profesional,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa wartawan wajib menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam setiap pemberitaan. Menurutnya, penggunaan istilah seperti diduga bukan tanpa dasar, melainkan harus didukung oleh fakta, data, dan proses verifikasi yang kuat.

“Wartawan tidak boleh menulis berdasarkan isu, asumsi, atau kata ‘katanya’. Tugas wartawan adalah memastikan apakah informasi itu benar atau salah melalui proses jurnalistik, bukan memvonis atau menghakimi,” ujarnya.
Lebih lanjut,

Wirahadikusumah mengingatkan agar wartawan tidak melampaui kewenangannya, termasuk dalam menilai persoalan teknis tertentu seperti proyek pembangunan.

Dalam hal tersebut, wartawan harus menghadirkan narasumber yang kompeten dan berwenang agar informasi yang disajikan tetap akurat dan bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti tantangan jurnalistik di era digital, di mana banjir informasi dan hoaks mudah tersebar. Oleh karena itu, wartawan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memperdalam pengetahuan, serta memperkuat etika dalam setiap karya jurnalistik.
Dalam mendukung pembangunan daerah, Wirahadikusumah mengajak insan pers menerapkan konsep jurnalisme optimis.

Menurutnya, kritik tetap diperlukan, namun harus diimbangi dengan pemberitaan positif agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan berimbang.

“Jurnalisme tidak hanya berbicara soal bad news is good news, tetapi good news is good news juga penting. Pemberitaan yang berimbang akan menciptakan optimisme dan berdampak positif terhadap citra daerah, termasuk dalam menarik minat investor,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran media sangat strategis dalam membentuk persepsi publik, sehingga wartawan harus bertanggung jawab dalam menyajikan informasi yang mencerminkan kondisi daerah secara objektif dan konstruktif.

Menutup sambutannya, Ketua PWI Lampung berharap Konferkab IX PWI Lampung Selatan dapat menghasilkan kepemimpinan yang solid dan mampu membawa organisasi wartawan semakin profesional, beretika, dan berkontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Lampung Selatan yang maju.(RS/*)

Exit mobile version