BERITALampung Tengah

Konten Kreator Lokal Pubian Gagas “Ngonten Bareng” Tabur Lele, Soroti Jalan Rusak di Payung Batu

25
×

Konten Kreator Lokal Pubian Gagas “Ngonten Bareng” Tabur Lele, Soroti Jalan Rusak di Payung Batu

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Tengah, 15 Januari 2026 —
Seorang konten kreator asal wilayah Pubian, Lampung Tengah, yang dikenal dengan nama Andres atau Rayyan Pubian Paksu, menggagas kegiatan “ngonten bareng” bersama konten kreator lokal dari berbagai platform seperti TikTok, Facebook Pro, Instagram, dan YouTube.

Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, dengan konsep tabur lele di ruas jalan yang rusak sebagai bentuk kritik sosial terhadap kondisi infrastruktur.
Rayyan mengatakan, gagasan ini muncul karena belum adanya kepastian penanganan jalan di sejumlah ruas penting, di antaranya ruas Negeri ke Payung–Padang Rejo serta ruas Payung Batu–Bandar Sari. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak telah lama dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

“Kami ingin menyuarakan keresahan warga dengan cara kreatif dan damai. Jalan ini sudah lama rusak, sementara sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan diperbaiki,” ujar Rayyan saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan bertujuan untuk memprovokasi, melainkan sebagai ajakan terbuka kepada para kreator lokal agar bersama-sama menyuarakan aspirasi masyarakat secara positif dan tertib.
Terkait janji perbaikan jalan, Rayyan dan sejumlah warga mengingat kembali bahwa pada masa kampanye Pilkada 2024, beberapa tokoh politik tingkat provinsi dan kabupaten sempat melakukan kegiatan kampanye di Lapangan Merdeka Payung Batu dan menyampaikan komitmen perbaikan infrastruktur jalan. Namun hingga kini, menurut mereka, realisasi di lapangan belum terlihat.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah maupun Pemerintah Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait rencana atau jadwal pasti perbaikan ruas jalan yang dimaksud. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Sementara itu, sejumlah warga Payung Batu menyatakan harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai kondisi jalan yang rusak berpotensi menimbulkan kecelakaan serta memperlambat distribusi hasil pertanian dan aktivitas usaha kecil di wilayah tersebut.

Kegiatan “ngonten bareng” tabur lele ini rencananya akan digelar sebagai aksi damai dan kreatif, dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketertiban umum, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.(edi, s)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *