BERITALampungPEMERINTAHANTanggamus

Pemkab Tanggamus Akan Salurkan 90 Ton Pestisida untuk Dukung Swasembada Pangan

186

Tintainformasi.com, Tanggamus — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) akan menyalurkan bantuan pestisida gratis sebanyak 90 ton kepada petani sawah di wilayah setempat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Bantuan pestisida tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Saat ini, sebanyak 50 ton pestisida telah tiba dan disimpan di gudang DKPTPH Tanggamus.

Kepala DKPTPH Tanggamus, Alkat Alamsyah, menjelaskan bahwa dari 50 ton pestisida yang telah diterima tersebut terdiri atas 15 ton insektisida untuk pengendalian hama serangga, 15 ton fungisida untuk pembasmi jamur, serta 20 ton rodentisida untuk pengendalian hama tikus.

“Total bantuan pestisida dari Kementan RI yang diterima Kabupaten Tanggamus sebanyak 90 ton. Jenisnya beragam, antara lain insektisida, fungisida, rodentisida, herbisida untuk gulma atau rumput, akarisida atau mitesida untuk tungau, serta bakterisida untuk membasmi bakteri patogen.Bantuan ini diberikan berdasarkan usulan dari dinas,” ujar Alkat Alamsyah, Senin (12/1/2025).

Ia menerangkan, mekanisme penyaluran pestisida dilakukan berdasarkan permohonan dari petani sawah yang lahannya mengalami serangan hama tanaman padi. Petani diminta melaporkan kondisi tersebut kepada petugas penyuluh lapangan (PPL) dengan menunjukkan bukti serangan hama di lahan persawahan.

Selanjutnya, PPL akan mengoordinasikan permohonan bantuan pestisida tersebut kepada DKPTPH Tanggamus untuk ditindaklanjuti.

“Meski ini bantuan gratis, penyalurannya tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) sesuai ketentuan dari pemerintah pusat. Harus ada laporan yang jelas dan terperinci terkait serangan hama, sehingga tidak bisa direkayasa,” tegasnya.

Berdasarkan data DKPTPH, produksi Gabah Kering Panen (GKP) Kabupaten Tanggamus pada 2025 tercatat sebesar 165.241 ton dari luas persawahan sekitar 15.300 hektare. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 171.389 ton GKP.

Alkat menyebutkan, penurunan produksi GKP pada 2025 disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya bencana banjir bandang di Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) serta serangan hama wereng di wilayah Kelumbayan.

“Musibah banjir dan serangan hama menjadi faktor utama penurunan produksi gabah kering panen tahun lalu,” pungkasnya. (Adi)

Exit mobile version