BERITA

Beralih Ke Padi Darat, Petani Di Anaktuha Hilangkan Ketergantungan Pada Tanaman Singkong.

153

Tintainformasi.com, Lampung Tengah– Petani di Anak Tuha Tanam Padi Darat Kurangi Ketergantungan Petani Pada Singkong Yang Susah Jualnya.

Seorang petani di Kabupaten Lampung Tengah melakukan inovasi dengan menanam padi darat.

Ketergantungan petani pada tanaman singkong di kecamatan Anak Tuha selama ini menjadi mimpi buruk saat harga jual anjlok dan rumit nya penerimaan oleh pabrik-pabrik.

Hal ini lah yang membuat Sandi Armoko seorang petani beralih menanam padi darat.

Diketahui padi darat memiliki keunggulan yakni tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak atau mengandalkan air hujan saja, mampu bertahan disaat curah hujan kurang atau susah air.

“Padi darat tidak membutuhkan irigasi tergenang, dan mampu beradaptasi di lahan kering atau tadah hujan,”jelasnya.

Sementara, mayoritas petani di Kabupaten Lampung Tengah melakukan budidaya tanaman padi di lahan sawah dengan kondisi tanaman tergenang air.

Selaku petani di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah mengatakan, untuk uji coba padi darat ini dia menggunakan lahan seluas 5 hektar.

“Ya baru coba-coba Padi darat mas, saya tanam di lahan seluas 5 hektar ini menghabiskan 30 kilogram bibit,” ujarnya, minggu (1/2/2026).

Alasan Sandi untuk mencoba metode budidaya padi darat di lahan pertaniannya adalah untuk mengembangkan sektor pertanian yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

“Saya juga ingin melakukan percobaan dengan membandingkan kualitas hasil padi darat dengan padi sawah nantinya,”pungkasnya.

Sejauh ini, kebutuhan nutrisi padi darat Sandi baru menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan ternak dengan sebanyak 1200 karung muatan 3/4.

Dia menyebut, budidaya padi darat bisa menguntungkan dan proses budidayanya tidak jauh beda dengan padi sawah, bahkan cenderung lebih mudah.

“Dengan suplai nutrisi dari pupuk organik ini, dan memakai pupuk kimia yang tentunya berkualitas di umur 2 bulan setengah padinya sudah mengeluarkan bunga atau bulir buah,” kata Sandi.

Pada umumnya, padi darat dapat dipanen setahun sekali atau dalam masa tanam padi gogoh.

Sandi mengatakan, jika percobaan padi darat menghasilkan produktivitas yang baik, dianakan mengembangkan metode pertanian ini lebih lanjut.

Sebab, dia menilai, komoditas padi darat bagus dan bisa diterapkan di Lampung Tengah sebagai salah satu pemasok lumbung pangan di Provinsi Lampung.

Dengan areal lahan persawahan yang luas serta jumlah petani yang dominan, pertanian di Lampung Tengah punya potensi besar.

Metode penanaman padi darat atau masa tanam padi gogoh merupakan salah satu upaya untuk mengurangi komuditas singkong yg selama masyarakat pernah mengalami susah menjual komuditas singkong bahkan harga sempet merugikan petani singkong yang ada provinsi lampung

Sandi armoko selaku ketua gapoktan kabupaten lampung tengah juga berharap ke depan untuk para kelompok tani dan para penyuluh pertanian yg ada di kabupaten lampung tengah agar bisa memberikan motivasi kepada para petani ( khusus nya petani singkong ) agar dimasa tanam padi gogoh bisa ikut berpartisipasi untuk menjadikan provinsi lampung sebagai salah satu daerah yg menjadi lumbung padi di tahun 2027

“Kalau boleh berharap, saya dan para petani akan merasa sangat terbantu jika usaha pertanian di Lampung Tengah mendapat dukungan penuh dari pemerintah,”

“Misal ada bantuan benih, serta benar benar kasih jaminan harga hasil panen yang layak,”

Dia menambahkan, sektor pertanian bagi dirinya adalah salah satu program strategis utk tingkatkan ekonomi Lampung Karena memang Lampung Tengah punya daya dukung yang baik, terutama lahan.

“Kami harap pemerintah dapat mendukung sektor pertanian dan berharap pemerintah benar benar mau sejahterakan rakyat dengan dampingi petani secara nyata,” tutupnya.

Exit mobile version