BERITALampung Selatan

Kakorlantas Pastikan Kesiapan Bakauheni: Tambahan Pelabuhan, Empat Fokus Pengamanan, Perbaikan Jalan Rampung H-10

27

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN —
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan survei langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Kamis (26/2/2026), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Survei dipimpin Kakorlantas Polri, Agus Suryo nugroho, bersama jajaran lintas kementerian dan pemangku kepentingan terkait.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 08.45 WIB saat rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni. Selanjutnya pada pukul 08.50 WIB, tim bergerak menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Wika Beton menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dermaga, akses masuk-keluar kendaraan, hingga pola rekayasa lalu lintas.

Sekitar pukul 10.15 WIB, rombongan melanjutkan peninjauan melalui jalur udara menuju Pelabuhan Indah Kiat, Banten, sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.

Agus menegaskan, survei ini bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi dan infrastruktur pendukung siap menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Hari ini saya bersama seluruh stakeholder dari Kemenhub, KemenPU, Dirut Jasa Raharja dan ASDP melaksanakan survei udara dari Jakarta menuju Bakauheni. Kita sudah melakukan pengecekan di Pelabuhan BBJ dan Wika Beton. Ini menggembirakan karena ada penambahan satu pelabuhan, yakni Pelabuhan PT. SMA (Sumur Makmur Abadi), sehingga distribusi kendaraan diharapkan lebih cepat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam empat klaster utama, yakni pengelolaan jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta pengamanan tempat ibadah dan lokasi wisata.
“Operasi Ketupat 2026 memiliki tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Kami hadir untuk memastikan perjalanan masyarakat, baik darat, laut, maupun udara, berlangsung selamat hingga sampai tujuan,” kata dia.

Dari hasil peninjauan, sejumlah pelabuhan disiapkan untuk mendukung distribusi kendaraan dan penumpang saat puncak arus mudik.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Capt. Suratno, mengatakan pihaknya menyiagakan empat dermaga utama.
“Pelabuhan utama adalah ASDP, kemudian Pelabuhan BBJ, Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan kontingensi. Dalam kondisi darurat, kami akan menggunakan Pelabuhan PT SMA. SMA dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank yang mengangkut kendaraan barang dan sepeda motor,” ujarnya.
Menurut dia, optimalisasi Pelabuhan Wika Beton dan SMA akan difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.

Selain sarana pelabuhan, kesiapan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian dalam survei tersebut.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, menyatakan perbaikan jalan nasional ditargetkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran.
“Kami memastikan jalan nasional, baik tol maupun non-tol, pada H-10 atau 10 Maret sudah tanpa lubang. Di jalan tol juga disiapkan buffer zone untuk mendukung delay system di Pelabuhan Bakauheni maupun Merak,” katanya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan, menambahkan bahwa seluruh pelabuhan yang akan dioperasikan telah dievaluasi berdasarkan standar pelayanan minimal.
“Kami memastikan pelabuhan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran sudah memenuhi standar pelayanan minimal. Pelabuhan BBJ saat ini dinilai siap digunakan, dengan harapan cuaca juga mendukung agar pelayanan penyeberangan berjalan lancar,” ujarnya.
Dengan survei langsung oleh Korlantas Polri dan dukungan lintas kementerian, kesiapan sarana-prasarana di lintasan Bakauheni–Merak diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 (RS/*)

Exit mobile version