BERITAOKIPOLRISumatera Selatan

Polres OKI Bantah Minta Biaya Operasional Lewat Dompet Digital, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

35

Tintainformasi.com, Kayuagung — Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta biaya operasional, termasuk biaya bahan bakar minyak (BBM) maupun biaya koordinasi dalam bentuk apapun kepada masyarakat atau pelaku usaha, terlebih melalui transfer dompet digital seperti DANA, OVO, maupun aplikasi sejenis.

Penegasan ini disampaikan menyusul adanya informasi dan laporan dari masyarakat terkait dugaan oknum yang mengatasnamakan institusi kepolisian untuk meminta sejumlah uang dengan dalih biaya operasional kegiatan atau koordinasi.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa seluruh pelayanan kepolisian kepada masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak dipungut biaya, kecuali yang telah diatur secara resmi dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami tegaskan bahwa Polres OKI tidak pernah meminta biaya operasional, BBM, maupun biaya koordinasi melalui transfer dompet digital seperti DANA, OVO, atau bentuk lainnya. Jika ada pihak yang mengatasnamakan anggota Polres OKI dan meminta sejumlah uang, dipastikan itu adalah tindakan penipuan,” tegas Kapolres.

Beliau juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak mudah percaya terhadap permintaan transfer uang yang mencurigakan. Apabila menerima pesan, telepon, atau permintaan yang mengatasnamakan anggota kepolisian, masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi langsung ke Polres OKI atau melaporkannya melalui layanan Kepolisian 110.

Polres OKI akan menindak tegas setiap oknum yang mencatut nama institusi untuk kepentingan pribadi serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Tim/ABS PPWI)

Exit mobile version