BERITAOKISumatera Selatan

Postingan Soal Pemangkasan Dana Desa di OKI Viral, Warganet Dukung Penghapusan Dana Desa

22
×

Postingan Soal Pemangkasan Dana Desa di OKI Viral, Warganet Dukung Penghapusan Dana Desa

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, OKI — Sebuah postingan di grup Facebook Petisi Kabupaten OKI mengenai pemangkasan dana desa (DD) hingga 80% di Kabupaten OKI menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.

Postingan yang diunggah oleh akun Iwan Setiawan dengan kalimat sindiran “Cara Membasmi Tikus yang Baik, Hentikan Pasokan Makanannya” tersebut menyoroti keluhan para kepala desa (kades) di OKI terkait pemangkasan dana desa yang signifikan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Sejak diposting 6 hari lalu, postingan tersebut telah mendapatkan lebih dari 470 likes dan 160 komentar, menunjukkan betapa isu ini menarik perhatian publik.

Kolom komentar pun dibanjiri oleh beragam tanggapan dari warganet. Menariknya, tidak sedikit warganet yang justru mendukung pemangkasan atau bahkan penghapusan dana desa.

“Hapus dana desa. Gak ada manfaatnya buat masyarakat, hanya menguntungkan pejabat saja. Dapat dana desa bertahun-tahun desa tidak ada perkembangan, apalagi untuk ketahanan pangan,” tulis akun Tulang Gas.

Senada dengan itu, akun Aisyah Nabibah menulis, “Alhamdulillah, bila perlu dihapus dana desa,” dan diikuti oleh beragam komentar lainnya yang bernada serupa.

Baca juga:  Presma UNISKI Nilai OKI Mart Bukan Solusi Rakyat, Minta Pemkab Fokus pada Infrastruktur

Komentar-komentar ini mencerminkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap pengelolaan dana desa selama ini. Mereka menilai bahwa dana desa tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa, bahkan cenderung disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.

Meskipun demikian, ada juga warganet yang memberikan komentar bernada kontra dan membela dana desa. Perdebatan mengenai efektivitas dan pengelolaan dana desa ini terus berlanjut di kolom komentar postingan tersebut, menunjukkan betapa kompleksnya isu ini dan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program dana desa. (Tim/Red)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *