Tintainformasi.com, Kayuagung — Reaksi warganet memuncak menyusul pemberitaan mengenai kondisi lapangan tenis di sekitar halaman kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Ogan Komering Ilir (OKI) yang baru saja direhabilitasi, namun sudah berkarat. Proyek yang menelan anggaran hampir setengah miliar rupiah ini dianggap gagal dan memicu tudingan korupsi.
Berita berjudul “Baru Direhab, Lapangan Tenis OKI Sudah Berkarat: Dana Hampir Setengah Miliar Sia-Sia?” menjadi sorotan dan memicu komentar di media sosial. Warganet mempertanyakan kualitas pekerjaan dan menuntut adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Komentar yang paling menonjol adalah dari warganet dengan akun FB Hep Mawardi, yang menulis, “Sisa masuk kantong, laporan di pusat lebih dari anggaran.” Komentar ini secara eksplisit menuduh adanya praktik mark-up anggaran dan korupsi dalam proyek rehabilitasi tersebut.
Komentar senada juga disampaikan oleh akun FB Deni M, yang menulis, “Banyak untungnya,” yang semakin memperkuat dugaan adanya keuntungan pribadi yang diperoleh dari proyek tersebut.
Reaksi keras warganet ini menunjukkan ketidakpercayaan publik terhadap proyek-proyek pemerintah yang dianggap minim manfaat dan rentan terhadap korupsi. (Tim PPWI OKI/Red)

