BERITAJawa Tengah

Tawuran Bertentangan Dengan Pancasila

31

Tintainformasi.com, Cilacap— Tawuran pelajar harus dihindari, sebab bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Demikian disampaikan Anggota MPR RI, Siti Mukaromah, dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, di Cilacap, Senin (9/2).

“Hindari tawuran. Memukul dan tindakan sejenisnya dapat menyebabkan cedera secara fisik, atau ketakutan dan ini merusak secara mental. Tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan sila ke dua pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab,” papar Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah.

Anggota FPKB DPR ini mengutip masih tingginya angka tawuran dan kriminalitas di Jawa Tengah. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 143 anak berhadapan dengan hukum karena tawuran, premanisme, dan penggunaan senjata tajam. “Bahkan pernah Jawa Tengah mencatat angka yang cukup tinggi,” ujarnya.

Dirinya menilai, permasalahan kenakalan remaja terjadi karena berbagai faktor baik dari internal keluarga, maupun eksternal yakni lingkungan di luar rumah. “Kadang-kadang ada juga ketersinggungan melalui media sosial. Tersinggung dengan komentar, sindiran dan sebagainya,” kata dia menambahkan.

Menurutnya, apabila tawuran sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja dibiarkan akan mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa, sebagaimana diatur dalam sila ketiga Pancasila. Dalam kacamata Undang-undang bahkan tawuran tidak hanya sekadar kenakalan biasa, dapat terancam hukuman pidana berat. Berbagai perbedaan pendapat, mestinya dihadapi dengan musyawarah mufakat. Sementara perbedaan suku, agama, ras, dan golongan telah dibingkai dengan Bhinneka Tunggal Ika. *)

Exit mobile version