Antara Harapan dan Realita
Solusi banjir sebenarnya bukan hal baru. Para ahli sudah lama menyebutkan langkah-langkahnya: perbaikan drainase, normalisasi sungai, penambahan ruang terbuka hijau, hingga penataan ulang tata kota.
Namun, yang dibutuhkan bukan sekadar solusi di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berubah.
Perubahan itu tidak mudah. Akan ada konflik kepentingan, biaya besar, dan keputusan tidak populer. Tapi tanpa itu, banjir akan terus menjadi “langganan tahunan”.
Di sisi lain, masyarakat juga punya peran. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, dan ikut mengawasi kebijakan publik adalah bagian dari solusi.
Pada akhirnya, ini bukan hanya soal air yang meluap. Ini soal bagaimana sebuah kota memilih masa depannya. Apakah tetap berjalan di jalur yang sama, atau berani berbelok sebelum semuanya terlambat?
Banjir yang Menguji Nurani Kota
Banjir Bandar Lampung adalah cermin. Ia menunjukkan apa yang selama ini diabaikan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tanpa perencanaan adalah bom waktu.
Dan mungkin, di balik semua genangan itu, ada pesan sederhana:
kota yang baik bukan yang bebas banjir, tapi yang belajar dari setiap banjir.
Jika tidak, kita hanya akan mengulang cerita yang sama—dengan air yang semakin tinggi. (NdH)

