BERITALampung Tengah

Dana Desa Menipis, Kepala Desa di Lampung Tengah Dihadapkan Dilema Pembangunan

43
×

Dana Desa Menipis, Kepala Desa di Lampung Tengah Dihadapkan Dilema Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Tengah – Pengelolaan dana desa kembali menjadi sorotan warga, seiring dengan kondisi anggaran yang disebut-sebut mulai menipis. Di salah satu desa di wilayah Lampung Tengah, kepala desa kini berada dalam posisi dilematis terkait penentuan prioritas pembangunan.


Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, dana desa yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp1 miliar kini tersisa dalam jumlah terbatas. Kondisi ini membuat pemerintah desa harus berpikir ekstra dalam menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT


Di sisi lain, warga mengeluhkan sulitnya menemui kepala desa untuk mendapatkan penjelasan langsung. Hal ini memicu kesalahpahaman dan menimbulkan persepsi kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran.


Menanggapi hal tersebut, sejumlah pihak menilai bahwa kondisi ini tidak sepenuhnya mudah bagi kepala desa. Dengan anggaran yang terbatas, pemerintah desa harus memilih antara berbagai kebutuhan penting, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program pemberdayaan masyarakat.


“Situasinya memang tidak mudah. Dana terbatas, sementara kebutuhan desa banyak. Ini yang membuat kepala desa harus sangat selektif,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Baca juga:  Kadisdik Lampung Ungkap Kepala Sekolah Terpapar LGBT


Meski demikian, warga tetap berharap adanya keterbukaan informasi terkait penggunaan dana desa. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah munculnya dugaan negatif di tengah masyarakat.


Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintah kecamatan diharapkan dapat berperan aktif dalam menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah desa, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami bersama.


Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa pengelolaan dana desa tidak hanya soal besaran anggaran, tetapi juga tentang komunikasi, keterbukaan, dan kemampuan menentukan prioritas yang tepat demi kepentingan masyarakat luas.(Edi s)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *