BERITAOKIPENDIDIKANSumatera Selatan

Dikonfirmasi Kasus SMAN 1 Kayuagung – Kabid SMA DISDIK SUMSEL Tidak Beri Respon, Publik Desak Jangan Tutup Mata

48
×

Dikonfirmasi Kasus SMAN 1 Kayuagung – Kabid SMA DISDIK SUMSEL Tidak Beri Respon, Publik Desak Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Kayuagung – Upaya konfirmasi terkait pemberitaan berjudul “Tak Terlihat Ada Perubahan – Kemanakah Anggaran Pemeliharaan SMAN 1 Kayuagung” tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Bidang SMA (Kabid SMA) Disdik Provinsi Sumsel Basuni tidak memberikan respon meskipun pesan konfirmasi telah dikirim melalui WhatsApp sejak kemarin (Senin, 13 April 2026) pukul 13.40 WIB dan ditandai dengan ceklis dua yang menandakan pesan sudah sampai.

Pemberitaan tersebut mengangkat kondisi fasilitas SMAN 1 Kayuagung yang dinilai terabaikan dengan berbagai kerusakan seperti plafon yang jebol, cat dinding yang memudar, lantai yang pecah, dan rerumputan yang tumbuh liar, meskipun setiap tahun ada anggaran pemeliharaan yang dialokasikan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Siti Aisyah, warga OKI yang sering mengomentari isu-isu publik di daerah, mengeluarkan desakan tegas agar Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi di salah satu sekolah unggulan di Kabupaten OKI.

“Kita sudah melakukan upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak Disdik Provinsi, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan sama sekali meskipun pesan sudah sampai ke penerima. Kami mendesak Disdik Provinsi jangan tutup mata terhadap kondisi SMAN 1 Kayuagung. Sebagai sekolah tingkat SMA yang berada di bawah pengawasan provinsi, mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan sekolah,” ujarnya.

Baca juga:  BPBD Tanggamus Beri Dukungan Moril Dan Materil Korban Kebakaran Di Sinarjawa, Pemkab Dapat Apresiasi

Menurutnya, kondisi fasilitas sekolah yang kurang terawat tidak hanya mempengaruhi kenyamanan belajar siswa, tetapi juga menjadi pertanyaan besar tentang transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan.

“Anggaran pemeliharaan sekolah bukan hanya untuk sekadar pencatatan administrasi, melainkan harus benar-benar digunakan untuk memperbaiki dan memelihara fasilitas agar mendukung proses pembelajaran. Jika kondisi sekolah tetap seperti ini tanpa ada perbaikan, maka jelas ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaannya,” tambahnya.

Publik mendesak agar pihak Disdik Provinsi Sumsel segera memberikan tanggapan, turun tangan, dan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan terkait kondisi SMAN 1 Kayuagung serta mengambil langkah konkrit untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran. (Tim PPWI OKI/Red)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *