LampungTanggamus

Anggota DPRD Tanggamus M. Nur Alwi Sosialisasikan Raperda Ketenagakerjaan di Pugung

35

TINTAINFORMASI.COM, TANGGAMUS – Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, M. Nur Alwi, S.M., menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Pekon Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Tanggamus tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus partai, di antaranya Ketua DPC PDI Perjuangan Tanggamus H. Burhanudin, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, anggota DPC Ranto dan Ferry Firmansyah, Camat Pugung A. Yani Halim, Ketua PAC Pugung, Ketua PAC Bulok, serta masyarakat dari Kecamatan Pugung dan Bulok.

Dalam sambutannya, M. Nur Alwi menegaskan bahwa sosialisasi Raperda ketenagakerjaan merupakan bagian dari tanggung jawab DPRD dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi terkait regulasi yang tengah dibahas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan pemahaman terkait rancangan peraturan daerah tentang ketenagakerjaan,” ujar M. Nur Alwi.

Ia berharap Raperda tersebut nantinya mampu memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kerja serta menciptakan hubungan kerja yang lebih tertib dan berkeadilan di Kabupaten Tanggamus.

Sementara itu, Camat Pugung A. Yani Halim menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penyusunan Raperda, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja dan kepastian hukum dalam hubungan kerja.

Menurutnya, setiap hubungan kerja harus disertai perjanjian yang jelas dan resmi agar hak dan kewajiban antara pekerja dan pemberi kerja dapat terlindungi secara hukum.

“Apabila kita melakukan pekerjaan, harus ada saksi dan perjanjian kerja yang jelas serta resmi sebagai bentuk perlindungan hukum,” kata A. Yani Halim.

Selain membahas perlindungan tenaga kerja, dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan rencana penyelenggaraan pelatihan kerja bagi masyarakat, termasuk pelatihan bahasa Jepang guna meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja asal Tanggamus.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara peserta dan narasumber. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan berbagai saran, masukan, serta persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi di wilayah mereka.(@@n)

Exit mobile version