Banner Top Up Produk Digital
BeritaOpini

Aliansi 7 Kampung Tegaskan Portal Tanjung Rejo–Payung Rejo Tak Akan Dicabut Sebelum Jalan Dibangun

59
×

Aliansi 7 Kampung Tegaskan Portal Tanjung Rejo–Payung Rejo Tak Akan Dicabut Sebelum Jalan Dibangun

Sebarkan artikel ini
Aliansi 7 Kampung Tegaskan Portal Tanjung Rejo–Payung Rejo Tak Akan Dicabut Sebelum Jalan Dibangun

TINTA INFORMASI | LAMPUNG TENGAH — Aliansi 7 Kampung menegaskan akan tetap mempertahankan portal yang dipasang di ruas jalan Tanjung Rejo–Payung Rejo, Kabupaten Lampung Tengah. Portal tersebut tidak akan dicabut sebelum pemerintah merealisasikan tuntutan pembangunan jalan secara menyeluruh.

Penegasan itu disampaikan perwakilan Aliansi 7 Kampung, Suwan, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh penggiat media sosial Lampung Tengah wilayah barat, Rayyan Pubian Paksu.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Suwan mengatakan, masyarakat bersama Aliansi 7 Kampung siap menunggu langsung di lokasi pemortalan apabila Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri bersedia turun tangan untuk memediasi persoalan tersebut.

Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan proses mediasi berlangsung di tempat lain. Sebaliknya, mereka meminta pemerintah daerah datang langsung ke lokasi pemortalan untuk mendengarkan aspirasi warga sekaligus melihat kondisi jalan yang menjadi persoalan.

“Kalau Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, ingin memediasi persoalan ini, kami menunggu di lokasi pemortalan. Kami tidak mau diundang oleh pihak mana pun. Yang membutuhkan penyelesaian ini bukan kami, tetapi mereka selaku wakil rakyat yang seharusnya mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” tegas Suwan.

Tuntutan Utama: Pembangunan Menyeluruh Ruas Bandar Sari–Payung Rejo

Aliansi 7 Kampung menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertemuan atau mediasi. Masyarakat juga tidak menginginkan sekadar janji tanpa kepastian realisasi pembangunan.

Sebaliknya, tuntutan utama warga adalah adanya pembangunan menyeluruh ruas jalan Bandar Sari–Payung Rejo. Pembangunan tersebut dinilai penting untuk menyediakan akses transportasi yang lebih layak, aman, dan memadai bagi masyarakat.

Karena itu, Aliansi 7 Kampung menyatakan portal yang telah dipasang akan tetap dipertahankan sampai terdapat kepastian sekaligus realisasi pembangunan jalan sesuai tuntutan masyarakat.

“Kami tidak akan mencabut portal sebelum jalan yang kami tuntut benar-benar dibangun. Tuntutan kami jelas, yaitu pembangunan menyeluruh ruas Bandar Sari–Payung Rejo. Kami membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Diminta Berikan Kepastian

Sikap Aliansi 7 Kampung tersebut menjadi tuntutan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah agar segera memberikan respons terhadap persoalan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui pertemuan maupun pernyataan secara lisan. Mereka menginginkan kejelasan mengenai rencana pembangunan, tahapan pelaksanaan, serta kepastian realisasi pekerjaan jalan.

Dengan demikian, masyarakat kini menunggu langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya Bupati I Komang Koheri, untuk merespons aspirasi warga dan mencari solusi atas persoalan tersebut.

Di sisi lain, penyelesaian persoalan diharapkan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas serta kelancaran akses transportasi bagi warga yang menggunakan ruas jalan tersebut.

Aliansi 7 Kampung kembali menegaskan bahwa mereka siap menunggu pemerintah datang langsung ke lokasi pemortalan.

Tuntutan mereka tetap sama, yakni pembangunan secara menyeluruh ruas Bandar Sari–Payung Rejo.

Masyarakat menyatakan portal akan tetap terpasang sampai tuntutan tersebut mendapatkan kepastian dan direalisasikan. (AN)

Baca juga:  Kepala Desa Pekon Ampai Wakili Pesawaran Ikuti Program Benchmarking ke Tiongkok
Editor: Nanda Hastedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™