TINTA INFORMASI | BANDAR LAMPUNG – Shakira, siswi kelas VIII SMP Tunas Mekar Indonesia, bersiap membawa nama sekolah dan Provinsi Lampung dalam ajang Lomba Putri Anak Indonesia tingkat nasional 2026 di Jakarta.
Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Shakira akan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi, keberanian, dan kemampuan mereka.
Keikutsertaan Shakira mendapat dukungan penuh dari keluarga besar SMP Tunas Mekar Indonesia. Selain menjadi kebanggaan sekolah, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari proses Shakira dalam mengembangkan kemampuan diri sekaligus membangun kepercayaan diri.
Kepala SMP Tunas Mekar Indonesia, Andreas Yogi, mengatakan pihak sekolah terus mendorong siswa untuk berani mengikuti berbagai kegiatan positif, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurut Andreas, kompetisi tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti perlombaan dapat membentuk karakter dan melatih mental siswa ketika menghadapi tantangan.
“Pada dasarnya kami mendorong semua anak untuk berani berkompetisi. Ada lomba yang memang dari sekolah, ada juga anak-anak yang mengajukan sendiri dan kami tetap memberikan support,” ujar Andreas saat ditemui di SMP Tunas Mekar Indonesia, Jalan Arif Rahman Hakim No. 30, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Jumat (9/10/2026).
Ia menegaskan, sekolah tidak menjadikan piala atau gelar juara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan siswa.
Sebaliknya, keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, serta kemampuan menghadapi persaingan menjadi nilai penting yang ingin ditanamkan kepada para peserta didik.
“Bukan hanya hasilnya, bukan menang atau kalahnya. Yang penting anak-anak berani latihan dan berani maju. Itu yang kami dukung karena lomba juga melatih mental mereka,” katanya.
Dorong Siswa Berprestasi di Berbagai Bidang
Andreas menjelaskan, SMP Tunas Mekar Indonesia memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kompetisi.
Menurutnya, hampir setiap pekan terdapat siswa yang mengikuti perlombaan. Bidangnya pun beragam, mulai dari akademik hingga seni, olahraga, bahasa, dan keterampilan kreatif.
Salah satu bidang yang cukup banyak diminati siswa adalah bahasa Inggris. Mereka mengikuti berbagai kompetisi seperti pidato atau speech dan storytelling.
Selain itu, siswa juga aktif mengikuti kegiatan musik, tari, melukis, hingga berbagai kompetisi kreatif lainnya.
“Yang paling sering memang bahasa Inggris, seperti lomba pidato dan storytelling. Selain itu ada juga band, dance, melukis dan berbagai bidang lainnya. Jadi hampir di semua bidang ada anak-anak yang mengikuti lomba,” ungkapnya.
Untuk mendukung siswa yang mengikuti kompetisi, pihak sekolah memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut mencakup persiapan materi, latihan, hingga pendampingan ketika siswa mengikuti perlombaan.
Andreas berharap budaya berkompetisi secara positif terus berkembang di lingkungan sekolah. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang berani menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman baru di luar ruang kelas.
Shakira Berawal dari Inisiatif Sendiri
Sementara itu, langkah Shakira menuju ajang Putri Anak Indonesia tingkat nasional bermula dari inisiatifnya sendiri.
Shakira memilih mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. Keputusan itu kemudian mendapat dukungan dari keluarga dan pihak sekolah.
Selain aktif dalam kegiatan nonakademik, Shakira juga memiliki kemampuan akademik yang cukup baik. Ia diketahui memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang matematika serta sains.
Sebelumnya, Shakira juga mewakili SMP Tunas Mekar Indonesia dalam Lomba Cerdas Tangkas (LCT) yang digelar di salah satu sekolah swasta di Bandar Lampung pada Sabtu (3/10/2026).
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi Shakira untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus belajar menghadapi persaingan.
Kini, persiapan menuju Lomba Putri Anak Indonesia menjadi langkah berikutnya bagi Shakira untuk mengembangkan potensi sekaligus membawa nama Provinsi Lampung ke tingkat nasional.
Andreas berharap Shakira dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal dan tampil percaya diri selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta.
Lebih jauh, ia berharap perjalanan Shakira dapat menginspirasi siswa lainnya agar tidak takut mencoba hal baru dan berani mengikuti kompetisi sesuai minat serta kemampuan masing-masing.
“Harapan kami anak-anak berani menampilkan yang terbaik dari diri mereka. Ketika berani ikut lomba, mereka bukan hanya belajar tentang lombanya, tetapi juga belajar berlatih, bekerja keras, berkomunikasi, bersosialisasi dan membangun relasi dengan kelompok lain,” tuturnya.
Menurut Andreas, pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai daerah juga memberikan manfaat bagi perkembangan siswa. Interaksi dengan lingkungan baru dan kesempatan tampil di hadapan banyak orang dapat menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan.
“Kami ingin anak-anak semakin berkembang, bukan hanya dari pelajaran sekolah, tetapi juga dari pengalaman yang mereka dapatkan melalui berbagai kegiatan dan kompetisi,” pungkasnya.
Keikutsertaan Shakira dalam ajang nasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi dirinya. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan menunjukkan kemampuan terbaik di berbagai kesempatan. (rin)
