Banner Top Up Produk Digital
BeritaNasional

Puncak Komedi Penanganan Karhutla: Tentara Jepang Datang, Pejabat Asyik Tepuk Tangan

30
×

Puncak Komedi Penanganan Karhutla: Tentara Jepang Datang, Pejabat Asyik Tepuk Tangan

Sebarkan artikel ini
Puncak Komedi Penanganan Karhutla: Tentara Jepang Datang, Pejabat Asyik Tepuk Tangan
Gambar: ilustrasi.

TINTA INFORMASI, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali memicu gelombang kritik pedas dari warga netizen internasional dan lokal. Ambisi menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan lewat bantuan internasional justru berujung pada panggung seremoni konyol. Publik menilai pejabat Indonesia lebih sibuk memamerkan seremonial ketimbang bergerak cepat memadamkan kobaran api.

Sorotan tajam ini meledak setelah Jepang mengirimkan 180 personel Pasukan Bela Diri (JSDF) bersama armada pemadam ke Indonesia. Namun, alih-alih langsung menerjunkan pasukan ke titik api, militer Indonesia justru menyambut kedatangan mereka dengan parade meriah di Jakarta.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Langkah ini langsung memicu keheranan netizen Jepang. Melalui platform X (Twitter), akun @ushinai_p mengkritik keras sikap pemerintah Indonesia yang membuang-buang waktu di tengah situasi darurat.

“Tentara Jepang tiba di Indonesia untuk membantu upaya pemadaman kebakaran di Kalimantan. Namun, para prajurit Jepang dibuat bingung oleh penyambutan dari militer Indonesia yang terlampau antusias. Di Jakarta, mereka menerima penyambutan yang rasanya seperti festival perayaan besar,” tulis akun @ushinai_p, Sabtu (12/9/2026).

Ia juga menambahkan sindiran menohok terkait fokus kerja pejabat Indonesia. Menurutnya, prajurit Jepang datang untuk memadamkan api secepat mungkin, sementara pasukan Indonesia malah sibuk merencanakan acara seremonial yang tidak berguna.

Netizen Indonesia pun tidak tinggal diam dan langsung menyambar kritik tersebut. Akun @twoyulll menyindir keras lambatnya penanganan bencana di lapangan.

“Kebakaran lahan hutan itu dalam hitungan detik bakal terus meluas. Lebih penting seremonialnya, kerjanya entar dulu,” tegasnya.

Sementara itu, jurnalis olahraga Ainur Rohman melalui akun @ainurohman merangkum kekecewaan publik.

“Orang Jepang sampai geleng-geleng kepala lihat tingkah pejabat-pejadat Indonesia. Hanya ada di NKRI, udah bencana masih bikin seremonial,” kritiknya.

Padahal, penyebaran titik api di Kalimantan Barat membutuhkan tindakan cepat dan taktis. Bantuan kemanusiaan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) dari Jepang ini menyiagakan kapal armada JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Mempawah.

Armada tersebut membawa tiga helikopter tipe CH-47 Chinook untuk memperkuat operasi water bombing dari pangkalan utama di Pontianak.

Menanggapi polemik ini, Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan bahwa pengerahan bantuan ini menjalankan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Arrangement/DCA) yang terbit pada 4 Mei 2026.

Sementara itu, Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, memastikan bahwa komando penuh operasi karhutla ini tetap berada di tangan pemerintah Indonesia.

Meskipun pemerintah berdalih bahwa penyambutan tersebut merupakan bagian dari diplomasi pertahanan, publik tetap menuntut aksi nyata di lapangan. Di tengah ancaman asap yang kian meluas, masyarakat mendesak pejabat negara untuk menghentikan panggung seremoni dan fokus menyelesaikannya secara cepat. (mar/red)

Baca juga:  PPWI OKI Desak Pemerintah Hentikan Kabut Asap Karhutla: “Cari Solusi, Bukan Alasan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™