Tintainformasi.com, Lampung Selatan —
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh masyarakat Desa Bali Nuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya, proyek peningkatan jalan hotmix yang baru saja rampung dikerjakan belum genap satu bulan, kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah.
Pantauan di lokasi pada Rabu 31 Desember 2025 menunjukkan permukaan jalan mulai retak dan mengelupas di beberapa titik. Kondisi ini dinilai warga tidak masuk akal mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini dikerjakan oleh rekanan CV. Dian Persada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Proyek dengan Nomor Kontrak 91/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2025 tertanggal 19 September 2025 ini menelan anggaran sebesar Rp2.996.698.462 (hampir Rp3 miliar).
Warga menduga kerusakan dini ini disebabkan oleh pengerjaan yang asal jadi, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, serta lemahnya pengawasan dari dinas terkait.
“Ini proyek hampir Rp3 miliar, bukan uang receh. Kalau baru seumur jagung sudah rusak, kami menduga ada pelanggaran serius. Uang rakyat jangan dipermainkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat Desa Bali Nuraga.
Merespons kondisi ini, warga mendesak Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya menerima laporan administratif “Asal Bapak Senang” (ABS).
Tuntutan Warga
Masyarakat menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Inspektorat, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dan DPUPR:
Pertama segera lakukan audit total. Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas fisik pekerjaan dan transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kedua memberikan sanksi tegas. Dan menindak CV. Dian Persada jika terbukti lalai mengurangi spesifikasi, serta memberi sanksi kepada pejabat pengawas yang melakukan pembiaran.
Ketika memastikan nasa pemeliharaan Kontraktor harus bertanggung jawab memperbaiki kerusakan tanpa kompromi.
“Kami tidak mau jalan rusak diwariskan ke anak cucu sementara kontraktor untung besar. Kami yakin Bupati kami, Bapak Egi, berpihak pada rakyat, bukan pada pemborong nakal,” Ujar warga.
Warga juga menegaskan siap membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum jika pemerintah daerah terkesan lamban atau menutup mata terhadap dugaan penyimpangan uang negara ini. (Red)

