Tintainformasi.com, Jakarta – Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1, pada tanggal 13-14 Februari 2026 di Jakarta.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat (MKP) dan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) dari 37 provinsi di Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) APUDSI, Rahmat Edwar, menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum krusial untuk menetapkan arah baru bagi kedaulatan ekonomi pedesaan, dengan tema besar “Resilient Village: Ketahanan Mulai dari Desa”.
“Selama dua hari kegiatan yang intensif, kami telah merumuskan cetak biru (blueprint) untuk pergerakan APUDSI ke depan. Hasil Rakernas ini menjadi mandat bagi seluruh pengurus di semua tingkatan untuk segera melakukan transformasi dari cara kerja konvensional menuju tata kelola organisasi yang profesional dan terintegrasi secara digital,” ujar Rahmat Edwar di Jakarta pada Minggu (22/2) 2026).
Terdapat tiga poin utama yang ditekankan terkait hasil keputusan Rakernas, yaitu penguatan konstitusi organisasi, sinergi ekonomi lintas wilayah, serta akselerasi pembangunan basis data potensi pelaku usaha desa se-Indonesia.
“Satu tahun pertama kami fokus pada konsolidasi internal dan memperkuat struktur organisasi. Tahun kedua ini, sesuai arahan Ketua Umum Maulidan Isbar, kita memasuki fase eksekusi masif. Kami di Sekretariat Jenderal akan memastikan setiap keputusan Rakernas terealisasi hingga ke pelosok desa,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Rahmat Edwar mengajak seluruh elemen pelaku usaha desa untuk tidak lagi merasa rendah diri dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Rakernas ini membuktikan bahwa desa memiliki daya tahan (resilience) yang luar biasa. Jika kita bersatu dalam wadah APUDSI, visi ‘Dari Desa Mengguncang Dunia’ bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas ekonomi yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.(Humas Media PWDPI).

