BERITADPRDLampung Selatan

DPRD Tak Tercium Bau Saat Sidak, Warga Sebut Bau Hanya Muncul di Waktu Malam dan Sesudah Hujan

48
×

DPRD Tak Tercium Bau Saat Sidak, Warga Sebut Bau Hanya Muncul di Waktu Malam dan Sesudah Hujan

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Selatan,– Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait bau menyengat yang diduga berasal dari PT Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli, S.E., bersama Ketua Komisi III Yuti Rama Yanti dan sejumlah anggota dewan turun langsung ke lokasi pada Jumat (27/2/2026).

Dalam keterangannya, Ketua Komisi III menyampaikan bahwa saat sidak dilakukan, pihaknya tidak menemukan bau sebagaimana yang dikeluhkan warga.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

“Terkait polusi yang meresahkan masyarakat sekitar yang katanya bau, tidak kami temukan. Kami juga turun langsung melihat IPAL dan tidak bermasalah. Pengelolaan limbah sudah sesuai SOP, bahkan air hasil pengolahan terakhir bisa membantu petani untuk pengairan sawah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan beberapa poin hasil peninjauan:

Masyarakat disebut tidak merasa keberatan dan bau tidak terjadi terus-menerus.

Pengelolaan limbah cair dinilai terkelola dengan baik dan sesuai prosedur.

PT Keong Nusantara Abadi telah melakukan uji udara ambien dengan hasil yang akan keluar dalam 14 hari kerja.

Baca juga:  Akibat Cemburu Buta Wanita Bandar Lampung Potong Kelamin Kekasihnya Pakai Carter

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Keong Nusantara Abadi yang beroperasi di wilayah Natar.

Warga Punya Versi Berbeda

Namun demikian, sejumlah warga sekitar menyampaikan keterangan berbeda. Mereka menegaskan bahwa bau menyengat biasanya muncul pada malam hari dan setelah hujan turun.

“Kalau siang memang jarang tercium. Biasanya malam atau habis hujan,” ungkap salah satu warga.

Warga juga menyebut bahwa setiap kali ada rencana inspeksi mendadak (sidak), bau tersebut tidak tercium.

“Kalau pas ada yang mau sidak, biasanya sudah ‘diobati’ dulu supaya tidak ada bau,” tegas warga.

Hingga kini, polemik dugaan pencemaran udara tersebut masih menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga berharap ada pengawasan berkelanjutan dan pengujian independen untuk memastikan kondisi lingkungan benar-benar aman.

Media ini akan terus mengikuti perkembangan dan menunggu hasil uji udara ambien yang disebutkan pihak perusahaan.(Red)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *