TINTA INFORMASI, Sumsel – Kondisi sejumlah objek wisata andalan di Kabupaten Merangin menuai perhatian publik. Di tengah adanya alokasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana wisata setiap tahun melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin, sejumlah fasilitas di beberapa destinasi justru terlihat mengalami kerusakan dan kurang mendapat perawatan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kawasan Geopark Merangin menjadi salah satu lokasi yang paling mencolok. Beberapa fasilitas pendukung wisata tampak rusak, tidak terawat, bahkan ada yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
Situasi serupa juga ditemukan di sejumlah destinasi lainnya. Taman Binatang Dusun Mudo dilaporkan tidak lagi beroperasi secara optimal, sementara fasilitas di Bukit Tinyung Jam Gento tampak rusak dan kurang tertata. Di Geopark Air Batu, beberapa bangunan dan sarana pendukung juga terlihat mengalami kerusakan.
Temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program pemeliharaan sarana dan prasarana objek wisata yang telah dianggarkan selama periode 2022 hingga 2026.
Berdasarkan penelusuran, setiap tahun pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pemeliharaan. Namun, kondisi fisik sejumlah objek wisata dinilai belum mencerminkan hasil yang sebanding dengan besaran anggaran yang dialokasikan.
Untuk memperoleh klarifikasi, awak media menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin, Suherman, guna meminta penjelasan mengenai besaran anggaran, realisasi kegiatan, serta bentuk pemeliharaan yang telah dilakukan, khususnya di kawasan Geopark Merangin.
Namun, hingga saat dimintai keterangan, Suherman belum memberikan penjelasan terkait rincian realisasi anggaran tersebut. Ia justru mengarahkan agar konfirmasi mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan disampaikan kepada pihak pengelola Geopark Merangin.
Respons tersebut memunculkan pertanyaan, mengingat Dinas Pariwisata merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan program serta pengelolaan anggaran sektor pariwisata.
Sejumlah kalangan berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin, dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan, termasuk rincian kegiatan yang telah dilaksanakan dan hasil yang dicapai.
Keterbukaan informasi dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat sekaligus untuk memastikan pengelolaan destinasi wisata berjalan secara efektif.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin belum menyampaikan data maupun penjelasan rinci mengenai realisasi anggaran pemeliharaan objek wisata selama periode 2022 hingga 2026.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan atas pemberitaan ini. (tim)

