Banner Top Up Produk Digital
BeritaEkonomiTanggamus

ESGIN dan DPP AEKI Teken MoU di Tanggamus, Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Kopi dan Perdagangan Karbon

109
×

ESGIN dan DPP AEKI Teken MoU di Tanggamus, Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Kopi dan Perdagangan Karbon

Sebarkan artikel ini
ESGIN dan DPP AEKI Teken MoU di Tanggamus, Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Kopi dan Perdagangan Karbon

TINTA INFORMASI, Lampung – PT ESGIN Global Partners (ESGIN) bersama Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (DPP AEKI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal membangun ekosistem ekonomi hijau (Green Economy) berbasis komoditas kopi di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan dilakukan oleh Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, bersama Ketua Umum DPP AEKI, Irfan Anwar. Penandatanganan tersebut disaksikan Ketua AEKI Provinsi Lampung Juprius, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kemitraan strategis ini diarahkan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau melalui pemanfaatan komoditas kopi, pengembangan biochar, perdagangan karbon, digitalisasi data Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pemberdayaan masyarakat di kawasan sentra produksi kopi.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan biochar, penerapan sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), sertifikasi proyek, hingga komersialisasi kredit karbon sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi sektor perkebunan kopi nasional.

Baca juga:  Herman Ismail Minta Polres OKI Tangkap dan Penjarakan Oknum Parkir Liar di Pasar Shopping Kayuagung.

Dalam kesempatan tersebut, ESGIN menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi investor proyek hijau, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merancang dan mengimplementasikan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, ESGIN mengintegrasikan investasi, teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan daerah dalam satu ekosistem pembangunan.

Beberapa fokus utama yang akan dikembangkan dalam kerja sama ini meliputi investasi pada proyek-proyek ekonomi hijau, pemberdayaan petani melalui peningkatan kapasitas dan penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs), pengembangan sumber pendapatan baru dari biochar, kredit karbon, dan ekonomi sirkular, penyediaan infrastruktur Digital MRV berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Blockchain, pendampingan penyusunan Roadmap Green Economy bagi pemerintah daerah, hingga mobilisasi investasi nasional maupun internasional untuk mempercepat implementasi proyek-proyek rendah karbon.

CEO PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, mengatakan keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, investor, akademisi, dan masyarakat.

“ESGIN percaya bahwa investasi hijau harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu kami tidak hanya membangun proyek, tetapi juga membangun kapasitas daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja hijau, serta membantu pemerintah daerah menyusun arah pembangunan Green Economy yang berkelanjutan,” ujarnya.

Brandon menambahkan, seluruh pendekatan yang dikembangkan ESGIN telah diselaraskan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional. Program tersebut juga mendukung implementasi Paris Agreement, pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, serta target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP AEKI, Irfan Anwar, menilai kerja sama ini menjadi momentum penting bagi transformasi industri kopi nasional menuju komoditas berkelanjutan yang memiliki daya saing dan nilai tambah lebih tinggi di pasar global.

Menurutnya, Kabupaten Tanggamus memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan pengembangan kawasan kopi berkelanjutan yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas, konservasi lingkungan, pengembangan biochar, perdagangan karbon, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi antara ESGIN, DPP AEKI, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan lahir model pembangunan ekonomi hijau berbasis kopi yang dapat direplikasi di berbagai sentra kopi di Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim di tingkat global. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™