TINTA INFORMASI, BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Pusat Laskar Lampung Indonesia (DPP LLI) menyoroti aksi unjuk rasa yang digelar karyawan PT Bumi Sentosa Abadi (PT BSA) dan Sungai Budi Grup di depan Mapolda Lampung, Rabu (19/8/2026).
Aksi tersebut melibatkan ratusan hingga hampir seribuan peserta. Massa mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan pembakaran dan perusakan aset PT BSA yang terjadi di Anak Tuha, Lampung Tengah.
Dalam pengamanan aksi, sebanyak 250 personel Polres Lampung Selatan dikerahkan di bawah pimpinan Kapolres AKBP Deddy Kurniawan. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis guna menjaga situasi tetap kondusif.
Ketua Umum DPP LLI, Ir. Nerozelli Agung Putra, meminta aksi tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi ditunggangi kepentingan tertentu. Ia menduga karyawan perusahaan dimanfaatkan untuk berhadapan dengan masyarakat maupun aparat penegak hukum.
“Ini perusahaan BW mempergunakan karyawan untuk menekan Polda agar Polda rusuh dengan masyarakat. Karyawan hanya bekerja sesuai prosedur, bukan diajak untuk menjadi alat perusahaan guna mempertahankan lahan. Ini perusahaan mengadu domba karyawan BW di segala penjuru untuk berhadapan dengan masyarakat,” tegas Nerozelli.
Ia juga mempertanyakan jumlah massa yang hadir dalam aksi tersebut. Menurut Nerozelli, jumlah peserta aksi dinilai tidak sebanding dengan jumlah karyawan PT BSA yang sebenarnya.
“Yang demo tadi itu tidak murni karyawan PT BSA. Kalau karyawan PT BSA itu paling banyak sekitar 100 orang. Sementara yang datang hampir ribuan orang. Jadi disinyalir atau diduga, ini Sungai Budi Grup memobilisasi karyawan untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Lampung,” ujarnya.
Nerozelli menilai dugaan mobilisasi massa tersebut perlu diklarifikasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Ia khawatir situasi tersebut justru memicu provokasi dan memperuncing hubungan antara masyarakat Lampung Tengah dengan aparat kepolisian.
“Ini yang kami soroti. Jangan sampai masyarakat diadu domba dengan aparat hanya karena kepentingan perusahaan,” tegasnya.
DPP LLI berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan proses hukum dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan dugaan pembakaran maupun perusakan aset perusahaan serta persoalan lahan yang menjadi latar belakang konflik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BSA maupun Sungai Budi Grup belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan adanya mobilisasi massa dalam aksi unjuk rasa tersebut. (**)
