Bandar LampungLampungPemerintahan

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Ingatkan Rumah Sakit Sebagai Tempat Pelayanan Masyarakat

Avatar photo
94
×

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Ingatkan Rumah Sakit Sebagai Tempat Pelayanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com, Bandar Lampung – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung DR dr Reihana mengingatkan kepada pengelola rumah sakit yang ada di Provinsi Lampung agar melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Karena Rumah sakit adalah sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum tentunya harus bisa memberikan segala macam fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal itu diungkapkan Reihana, terkait kasus pasien asal Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang menggunakan BPJS Kesehatan dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Kabupaten Lampung Tengah pada hari Jum’at 6 Mei 2022 lalu. Yang belum juga sehat pihak RSHB sudah mau pulangkan pasiennya.

“Kita Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah meminta lakukan klarifikasi dan meminta jawaban RSHB yang belum sehat tetapi pasien mau dipulangkan. Dan jawaban dari RS saat ini pasien masih dilakukan perawatan yang diperlukan oleh pasien tersebut,” kata Reihana.

Menurut Reihana, pihaknya sudah mengingatkan Rumah Sakit Harapan Bunda untuk memberikan pelayanan terhadap pasien sesuai SOP. “Kami juga mengingatkan kepada RS dalam memberikan pelayanan terhadap pasien harus paripurna dan sesuai dengan SOP yang ada. Dan ini bisa jadi pelajar bagi rumah sakit lainnya, hingga hal serupa tidak terjadi,” kata Reihana.

Kasus pasien RSHB Lampung Tengah dipulangkan itu diungkap Abdulloh yang merupakan suami dari pasien Nuraini, yang menceritakan tentang perjalanan pengobatan dan saat ini pihaknya pun belum mengetahui secara medis terkait penyakit yang di derita istrinya.

Reihana menjelaskan, idealnya Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum tentunya harus bisa memberikan segala macam fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada Negara-negara maju salah satu indikator untuk menentukan makmur atau tidak kehidupan masyarakatnya adalah dengan melihat sistem pelayanan kesehatan yang diterapkan.

“Di Negara-negara maju, masyarakatnya sama sekali tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. Kita harus memperhatikan masyarakatnya dalam hal kesehatan, sehingga masyarakat pun merasa senang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang diberikan,” kata Reihana.

Reihana menambahkan dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat, saat memang dalam proses membenahi diri dengan cara menyediakan rumah sakit yang baik sesuai dengan karakteristik mulai rumah sakit ramah Lingkungan, mudah diakses, staff dan peralatan memadai, dan teknologi.

“Sebagai tempat yang menjadi pusat untuk penyembuhan para pasien maka tentunya rumah sakit harus bisa dibangun dengan karakteristik yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, dimaksudkan agar rumah sakit itu bisa dibangun dengan tatanan yang sesuai dengan perencanaan kota,” katanya.

Karakteristik rumah sakit yang mudah diakses, kata Reihana tidak hanya berkaitan dengan masyarakat agar mudah menjangkaunya saja, namun juga harus mudah diakses bagi ambulans, pemadam kebakaran, transportasi umum dan kendaraan servis.

“Sehingga jika ada hal-hal yang tidak terduga maka kendaraan-kendaraan tersebut bisa mengakses rumah sakit dengan mudah. Kendaraan yang berada di dalam rumah sakit, baik itu milik pasien atau staff rumah sakit harus bisa diberi ruang yang cukup di area parkirnya,” katanya.

Tidak hanya dari segi bangunannya, karakteristik rumah sakit yang baik tentunya juga didukung dengan staff kesehatan dan peralatan yang memadai. Jumlah staff yang ada harus mencukupi untuk bisa melayani semua pasien yang datang berobat, tentunya tidak cukup satu orang staff saja untuk mengatasi seorang pasien.

“Demikian juga dengan para dokternya yang jumlahnya harus bisa memadai untuk menyelenggarakan kegiatan berobat setiap harinya. Untuk soal peralatan yang dimiliki oleh rumah sakit tentunya tiap rumah sakit berbeda-beda, tidak semua rumah sakit memiliki peralatan canggih yang bisa digunakan untuk berobat. Namun setidaknya setiap rumah sakit harus memiliki peralatan-peralatan medis yang umum untuk digunakan untuk berobat,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *