LampungLampung Timur

‘Pasca Burung Tak Bisa Manggung’ RS Permata Hati Way Jepara Bungkam, Pasien Akan Lapor Ke Polisi 

801
×

‘Pasca Burung Tak Bisa Manggung’ RS Permata Hati Way Jepara Bungkam, Pasien Akan Lapor Ke Polisi 

Sebarkan artikel ini
TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TIMUR – Dugaan Mall Praktek RS Permata Hati Way Jepara yang menimpa salah satu pasien warga Desa Sumber Marga Kecamatan Way Jepara AN (36) tampaknya akan berujung laporan ke Polisi. Pasalnya, pasca gagalnya tindakan operasi pencabutan selang saluran air seni yang dilakukan oleh dokter bedah RS Permata Hati Way Jepara, dr. Budi Darsono.Sp.B yang mengakibatkan terpuruk nya nasib AN (36) hingga saat ini tidak ada tanggung jawab dari pihak RS. Permata Hati Way Jepara. Pihak RS Permata Hati Way Jepara terkesan bungkam dan tidak pro aktif mengatasi permasalahan akibat dari kelalaian serta tidak profesionalnya Tim Medisnya sehingga membuat fatal fisik pasien. Hal itu terlihat saat Awak Media mendatangi RS. Permata Hati Way Jepara untuk konfirmasi hal tersebut, namun Humas RS. Permata Hati melalui Scurity meminta Awak Media untuk menghubungi seseorang yang belum jelas keterkaitannya dengan Manajemen RS. Permata Hati. “Tunggu sebentar coba saya tanya Humas atau Direktur RS ini apakah bisa ditemui, ” Tegas Scurity yang bernama Anton kepada Media, Rabu 29/3/2023. Tak berselang lama, Anton kembali menemui Awak Media serta menyampaikan pesan dari Humas RS. Permata Hati bahwa Humas atau Direktur RS. Permata Hati tidak bisa untuk ditemui. “Saya tidak menghalangi loh. Lagi ada tamu, tidak bisa ditemui. Kalau mau menemui Direkturnya, di pusat di Metro, ini pesan Humas Pak Rudi, ” Ujarnya. Anton pun menambahkan, Humas RS. Permata Hati, Rudi berpesan agar menemui seseorang yang bernama Robet sebelum bertemu dengan Direktur RS. Permata Hati. Menurut Anton, orang yang bernama Robet tugasnya mengurusi semua permasalah di RS. Permata Hati. “Ini tadi kata bagian Humas Pak Rudi, disuruh menemui Pak Robet sebagai pengurus semua kalau ada masalah di RS ini, nanti Pak Robet yang menyampaikan ke Direkturnya. Ini tadi Humas kasi no tlp Pak Robet, jadi bisa ngubungi dia, bisa janjian ketemuan dimana, ” Tukas Anton. Diberitakan sebelumnya, Malang nasib AN (36) akibat kelalaian seorang perawat RS Permata Hati Way Jepara saat memasang selang air seni akhirnya burung terkutut miliknya tak bisa manggung lagi. Burung terkutut milik AN (36) salah satu warga Desa Sumber Marga Kecamatan Way Jepara yang kini tak bisa manggung itu berawal saat AN (36) mengalami susah buang air seni, hingga pada Sabtu 7 Januari 2023 lalu AN mendatangi RS Permata Hati untuk melakukan pemeriksaan. Ketika di RS Permata Hati, seorang perawat yang menangani keluhan AN segera mengambil tindakan hingga pada bagian burung terkutuk milik AN dipasang selang agar burung itu bisa mengeluarkan air seni. Namun malang nasib AN, menurut Dokter RS Permata Hati, selang kemih yang dipasang oleh Perawat pada burung terkutut AN ternyata terbalik hingga mengakibatkan AN harus menjalani operasi saat pencabutan selang. Kelalaian Perawat ini diduga saat memasang selang kemih pada burung terkutut milik AN, si Perawat tak konsentrasi, mungkin karena burung terkutut AN sangat indah hingga membuat si perawat melamun saat memasang selang, akhirnya selang kemih pun terbalik. Menurut AN, setelah selama 14 hari dari pemasangan selang kencing di RS Permata Hati, dirinya datang ke Puskesmas Way Jepara dengan tujuan hendak melepas selang pada burung terkututnya. Namun pihak Puskesmas mengatakan tidak bisa, akhirnya AN kembali mendatangi RS Permata Hati untuk melepas selang tersebut. “Pihak Puskesmas mengatakan tidak bisa, akhirnya saya kembali ke RS Permata Hati. Saat di RS Permata Hati saya ditangani oleh seorang dokter yang bernama Budi, saat itu kata dokter Budi ada kesalahan saat pemasangan selang, ” Ujar AN kepada Media Kamis 23/3/2023. “Ini ada kesalahan pada saat pemasangan selang, kalau gak salah pasang selang atau selangnya ke balik ini. Ini selangnya gak bisa dilepas, maka harus dilakukan operasi, ” Jelas AN menirukan perkataan dokter Budi kepadanya. Saat itu juga, kata AN, dihadapannya dokter Budi menyalahkan si perawat yang memasang selang terbalik. “Saya bilang pada dokter Budi, waktu pemasangan selang juga di RS Permata Hati, tapi saya tetap bayar sendiri biaya operasinya, ” Ungkapnya. Akhirnya RS Permata Hati melakukan operasi bedah untuk pencopotan selang air seni. Setelah usai operasi, kaki dan wajah AN mengalami pembengkakan. Bahkan AN sampai tidak bisa berjalan. “Dari sinilah awal petaka pada diri saya. Setelah operasi, air kencing saya tidak bisa ditahan terus menerus keluar air seni rupabahkan harus saya bungkus dengan kantong plastik, ” Ungkap AN sambil menunjukkan bekas luka operasi pada perutnya. Melihat kondisi AN semangkin parah usai dilakukan operasi, akhirnya AN didampingi keluarga mendatangi RS Permata Hati untuk minta pertanggung jawaban atas kesalahan yang dilakukan oleh perawat dan dokter di RS tersebut. “Waktu itu dokter bilang akan diselesaikan secara kekeluargaan, namun hingga sekarang tidak ada kabarnya, ” Tukas AN. Pasca Operasi itu, selama dua bulan ini AN harus menahan rasa sakit di bagian alat vitalnya dan alat vitalnya mengeluarkan air seni terus menerus. Bahkan, lebih parahnya lagi usai Operasi kini burung terkutut milik AN tidak bisa berfungsi alias tak bisa manggung lagi. Sementara, Eni orang tua AN meminta pihak RS Permata Hati bertanggung jawab atas penderitaan anaknya. Menurut Eni, anaknya (AN.red) sebagai kepala rumahtangga juga harus membiayai kedua anaknya. “Tapi gimana mau kerja, kalau kondisi AN seperti ini” kata Eni. Menurut Eni pihak keluarga juga sudah bermusyawarah untuk melaporkan kasus ini ke polres Lampung Timur. “Kami akan segara melaporkan RS Permata Hati ke Polres Lampung Timur, ” Tutup Eni. (Us/ Tim)
Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *