Tintainformasi.com, Lampung Barat — Pekon Suka Damai Kecamatan Air hitam diduga mobrok baik pembangunan pisik seperti pembuatan jalan rabat beton , ketahan pangan ,yang diduga pembuatan kandang kambing fiktip serta BUMDES (badan usaha milik desa) semenjak dipimpin oleh pj tersebut pekon Sukadamai seolah olah tak memiliki pemimpin dan pembangunan diduga carut marut, beber masyarakat yang enggan disebut namanya pada 28/08/25.
Dari hal yang sangat nampak terlihat dari pembuatan rabat beton yang hampir beres dikerjakan yang berada di Pemangku tunas jaya bangunan rabat beton tersebut dibuat dengan asal asalan, terlihat mulai dari adukan yang kurang semen mutu kuliatas bangunan yang sangat amburadul belum aja dilewatin orang udah terlihat coran yang mengelupas, dan tidak transparansi seperti tidak nampak papan plang informasi bangunan, rabat beton tersebut sudah banyak ditemukan masyarakat ,
kepada awak media mengatakan ya pak ” kami warga sini dan sudah lama tinggal disini harapan saya” pengerjaan jalan ini betul betul bagus kuat biar awet dan enak dilalui bukan seperti ini ini sangat jelas dan kasap mata pengerjaan jalan ini sangat tidak layak bagi kami, ungkapnya”
diinvestigasi lebih lanjut. Berikut yang perlu dipertimbangkan:
Kualitas Bahan Apakah bahan yang digunakan untuk pembuatan rabat beton sesuai dengan standar yang ditentukan?
Proses Pembuatan Apakah proses pembuatan rabat beton telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar?
Pengawasan Apakah ada pengawasan yang memadai selama proses pembuatan rabat beton?
Akuntabilitas Siapa yang bertanggung jawab atas pembuatan rabat beton dan apakah mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik?
Dalam menangani kasus ini, perlu dilakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan untuk mengetahui fakta sebenarnya dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperbaiki kualitas rabat beton dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.
Dalam kutipan penerbitan berita ini hasil konfirmasi dan investigasi yang terjadi sebenarnya dilapangan dan ditengah tengah masyarakat supaya menjadi asumsi publik menyalurkan aspirasi masyarakat yang diduga kuat pj peratin Sukadamai terjaringm sarang korupsi hingga berita ini diterbitkan guna menggali informasi lebih lanjut.
(Budiman Pangestu)