BERITALampung Tengah

Konten Kreator Lampung Tengah Wilayah Barat Serukan Aksi Damai Tabur Lele di Jalan Provinsi Bangun Rejo

311
×

Konten Kreator Lampung Tengah Wilayah Barat Serukan Aksi Damai Tabur Lele di Jalan Provinsi Bangun Rejo

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Tengah – Konten kreator asal Lampung Tengah wilayah barat, Rayyan, yang juga bertindak sebagai ketua aksi damai wilayah barat, menyerukan ajakan kepada masyarakat untuk menggelar aksi damai tabur lele di jalan provinsi Lampung, tepatnya di Kampung Sido Mulyo, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, pada Minggu, 4 Januari 2026.

Aksi damai tersebut digagas sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi yang dinilai telah lama mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan keselamatan pengguna jalan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Rayyan dalam keterangannya menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan secara damai, kreatif, dan bermartabat, tanpa unsur anarkis. “Aksi tabur lele ini merupakan simbol kritik sosial agar pemerintah provinsi melihat langsung kondisi jalan yang rusak parah. Kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, melainkan menyampaikan aspirasi masyarakat secara terbuka,” ujar Rayyan.

Melalui aksi tersebut, Rayyan dan masyarakat Kampung Sido Mulyo menuntut perhatian Gubernur Lampung, Kiyai Mirza, dan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, agar segera mengambil langkah nyata dalam perbaikan jalan provinsi Lampung yang melintasi wilayah tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat umum, pejabat publik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pemangku kepentingan terkait untuk hadir dan menyaksikan langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur akan memperkuat penyampaian aspirasi secara konstruktif.

“Ini adalah aksi terbuka. Kami mengundang semua pihak untuk datang, melihat, dan mendengar langsung suara masyarakat. Harapan kami, setelah aksi ini ada tindak lanjut konkret dari pemerintah provinsi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Lampung terkait rencana aksi damai tersebut. Redaksi akan terus berupaya meminta tanggapan dari instansi terkait guna menjaga keberimbangan informasi.

Aksi damai ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan provinsi demi kepentingan bersama.

(edi, s)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *