BERITALampung Selatan

PT ASDP Cabang Bakauheni Matangkan Strategi Mudik Lebaran 2026 Disiapkan 57 kapal

43
×

PT ASDP Cabang Bakauheni Matangkan Strategi Mudik Lebaran 2026 Disiapkan 57 kapal

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN —
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memastikan kesiapan penuh menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 57 unit kapal disiagakan untuk melayani penyeberangan di lintasan utama Merak–Bakauheni.

“Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar khususnya logistik akan dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ, Wika Beton, dan SMA. Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Partogi.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, kendaraan yang dapat menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni meliputi pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, serta pick-up. Adapun kendaraan logistik dan truk besar akan diarahkan melalui pelabuhan alternatif.
Prediksi Lonjakan Penumpang dan Kendaraan

Berdasarkan data tahun sebelumnya, total penumpang selama periode angkutan Lebaran mencapai sekitar 1.253.200 orang. Pada 2026, jumlah tersebut diprediksi meningkat 2,11 persen menjadi sekitar 1.376.970 orang.
Untuk kendaraan roda empat, tahun lalu tercatat 169.147 unit, dengan total kendaraan mencapai sekitar 313.550 unit. Tahun ini diperkirakan naik 1,99 persen, sehingga kendaraan roda empat diproyeksikan mencapai 172.712 unit dan total kendaraan sekitar 319 ribu unit.

Baca juga:  Arena Adrenaline Sukses Menggelar Ajang Bertajuk Pukulan Terkuat di Lampung Volume 1 pada Minggu, 21 Desember 2025

“Secara nasional kenaikan diperkirakan 1,7 persen, namun khusus lintasan Merak–Bakauheni angkanya sedikit lebih tinggi,” jelasnya.

57 Kapal dan Pelabuhan Alternatif Difungsikan
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, ASDP menyiapkan 57 kapal.
Dalam operasional harian, rata-rata 28 kapal akan beroperasi secara bergantian, sementara sisanya menjadi cadangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain itu, pelabuhan alternatif juga akan difungsikan, di antaranya Pelabuhan Ciwandan yang akan dilayani sekitar 12 kapal, serta Pelabuhan BBJ untuk membantu distribusi kendaraan.
ASDP juga akan menerapkan sistem single tarif pada dermaga eksekutif guna pemerataan distribusi kendaraan dan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

Puncak Mudik dan Skema Kepadatan
ASDP memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan pada H+3 hingga H+4 Lebaran atau sekitar 25–26 Maret 2026. Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah terkait libur nasional dan cuti bersama.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menyiapkan tiga skema operasional, yakni skema normal, skema padat, dan skema sangat padat, yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
Merchandise tim sepak bola

Baca juga:  Penggarapan Pasit Ilegal Yang Berdampak Kepada Lingkungan

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan baik di kapal maupun di pelabuhan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Partogi.

ASDP juga berharap dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.(RS/*)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *