TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN —
Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menghadiri kegiatan retreat nasional pimpinan DPRD kabupaten se-Indonesia yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada 14–18 April 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang diinisiasi pemerintah pusat melalui undangan Presiden Republik Indonesia, dalam rangka memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah serta menyatukan arah kebijakan pembangunan antara pusat dan daerah.
Retreat ini juga terintegrasi dalam program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Tahun Anggaran 2026 sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. Selain itu, pelaksanaan kegiatan mengacu pada AD/ART Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) serta hasil rapat pimpinan organisasi pada Maret 2026 di Jakarta.
Dalam keterangannya, Erma Yusneli menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pimpinan DPRD untuk memperkuat wawasan kebangsaan, sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Retreat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pembelajaran bersama dalam menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, terutama dalam mendorong peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan didukung oleh panitia nasional yang dibentuk melalui Surat Keputusan ADKASI.
Penetapan panitia tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Selama berlangsungnya retreat, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan materi strategis, mulai dari penguatan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, hingga isu-isu aktual pembangunan nasional.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab dinamika pembangunan, sejalan dengan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.(Rs)

