BERITALampungPringsewu

Bupati Pringsewu Jadi Narasumber Forum Nasional Kemendagri, Dorong Penguatan KDKMP Lewat Inovasi Tepung Mocaf

17
×

Bupati Pringsewu Jadi Narasumber Forum Nasional Kemendagri, Dorong Penguatan KDKMP Lewat Inovasi Tepung Mocaf

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, JAKARTA – Kabupaten Pringsewu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas dipercaya menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Penguatan Tata Kelola KDKMP untuk Mendorong Pelayanan Publik yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Kamis (21/5/2026), di Horison Menteng, Jakarta.

Kepercayaan yang diberikan kepada Bupati Pringsewu tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Pringsewu dinilai memiliki kontribusi dan inovasi yang relevan dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat, khususnya penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam forum strategis tingkat nasional itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu memaparkan praktik baik (best practice) penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui program pengolahan tepung mocaf (Modified Cassava Flour).

Program tersebut menjadi salah satu inovasi unggulan daerah dalam pengolahan komoditas singkong yang selama ini menjadi potensi besar Provinsi Lampung.

Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menjelaskan, pengembangan industri tepung mocaf tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam membantu petani singkong memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Baca juga:  SMA Negeri 1 Sekampung Udik Gelar Acara Pelepasan Siswa Angkatan 16, Kepala Sekolah Nafsiah Ucapkan Terimakasih Atas Dukungan Walimurid.

Sebagai salah satu daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia, Kabupaten Pringsewu melihat peluang besar dalam pengembangan hilirisasi produk berbasis singkong melalui pengolahan mocaf yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar luas.

Menurutnya, program tersebut sangat selaras dengan konsep KDKMP yang didorong pemerintah pusat, yakni membangun kemandirian ekonomi desa melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari koperasi, pemerintah daerah, BUMD, UMKM hingga sektor swasta.

Dalam implementasinya, KDKMP dapat bekerja sama dengan BUMD guna memperkuat rantai produksi, distribusi hingga pemasaran produk unggulan desa.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pengembangan industri mocaf juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, mulai dari sektor budidaya, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga pemasaran produk.

“Program ini memiliki dampak ekonomi yang luas dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis desa,” ujar Riyanto.

Forum Diskusi Aktual yang digelar BSKDN Kemendagri tersebut bertujuan menghimpun gagasan, strategi serta rekomendasi kebijakan terkait penguatan tata kelola KDKMP agar mampu mendorong pelayanan publik yang inklusif, adaptif dan berkelanjutan.

Baca juga:  Musim Tanam Padi, Partai Gerindra Bantu Alsintan Ke- 2 Poktan Di Lampung Selatan

Dalam Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) disebutkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa, memperluas akses pelayanan dasar, mendukung UMKM serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

KDKMP juga diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat desa, termasuk pada sektor pangan, kesehatan, pembiayaan UMKM, logistik hingga digitalisasi layanan masyarakat.

Karena itu, tata kelola yang kuat, transparan, profesional dan berbasis teknologi menjadi faktor penting keberhasilan program tersebut.

Kegiatan forum nasional ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Lemhanas RI, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Koperasi RI, Kementerian UMKM RI, Kementerian Keuangan RI, PT Agrinas Pangan Nusantara, Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Kolaka hingga praktisi ekonomi lokal.

Keikutsertaan Kabupaten Pringsewu sebagai narasumber dalam forum nasional ini semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Pringsewu di bawah kepemimpinan H. Riyanto Pamungkas dalam mendukung arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Baca juga:  DPRD Lamsel gelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar KUPA- PPAS Perubahan APBD TA 2024

Melalui inovasi pengolahan tepung mocaf dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Pringsewu diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan pengembangan ekonomi desa dengan pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.(@@n)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *