BERITALampung Timur

Desa Braja Kencana Jadi Desa Penyangga Penerima Manfaat Proyek Nasional Way Kambas

13
×

Desa Braja Kencana Jadi Desa Penyangga Penerima Manfaat Proyek Nasional Way Kambas

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lampung Timur – Program nasional yang berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas disebut memberikan dampak manfaat bagi sejumlah desa penyangga, salah satunya Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur.

Adapun pekerjaan yang tengah berlangsung di wilayah tersebut di antaranya pembangunan pagar pembatas, tanggul, serta saluran air yang bertujuan untuk mengantisipasi masuknya gajah liar ke permukiman warga maupun lahan pertanian masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Desa Braja Kencana, Heru, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler membenarkan bahwa desanya menjadi salah satu wilayah penerima manfaat dari proyek nasional tersebut.

“Benar, desa kami dilalui proyek nasional sebagai desa penerima manfaat,” ujar Heru.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak desa diberikan kesempatan mengelola satu unit alat berat jenis ekskavator yang digunakan dalam kegiatan proyek. Menurutnya, dari pengelolaan alat berat tersebut desa memperoleh nilai sebesar Rp25.000 per jam.

Namun saat ditanya lebih lanjut terkait alokasi maupun peruntukan keuntungan tersebut, Heru belum memberikan penjelasan secara rinci apakah hasil tersebut masuk ke kas desa atau dalam bentuk lainnya.

Baca juga:  Warga Jakarta dan Banten, Jangan Lewatkan Pengumuman Penting Ini! Sangat Bermanfaat untuk Anda

Di tengah masyarakat, muncul berbagai pertanyaan terkait nilai operasional alat berat yang disebut mencapai sekitar Rp550.000 per jam, sementara desa disebut menerima Rp25.000 per jam dari pengelolaan tersebut.

Selain itu, Heru juga menyampaikan keluhan terkait warga yang ditugaskan menjaga alat berat pada malam hari dan disebut belum menerima pembayaran selama kurang lebih 15 hari.
“Saya diminta mencari penjaga malam dari warga, namun sampai sekarang belum dibayar,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku tidak mengetahui secara detail terkait pihak pelaksana proyek maupun teknis pekerjaan yang berlangsung di wilayah mereka.

“Kami hanya tahu ada aktivitas pekerjaan di pinggir kali dan kawasan hutan. Soal siapa pelaksananya atau bagaimana sistemnya kami kurang paham,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap keberadaan proyek nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan keamanan wilayah dari gangguan satwa liar serta mendukung kemajuan pembangunan desa.

(Tim.Lamtim)

Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *