Tintainformasi.com, Lampung Tengah — Wacana renovasi gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah menuai sorotan tajam dari sejumlah masyarakat dan konten kreator daerah. Salah satu kritik keras datang dari Rayyan, konten kreator asal Lampung Tengah, yang menilai rencana tersebut tidak berpihak kepada kebutuhan masyarakat kecil yang saat ini masih menghadapi persoalan infrastruktur jalan rusak di berbagai wilayah.
Menurut Rayyan, kondisi jalan di sejumlah kampung masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun anggota legislatif. Ia menilai anggaran daerah seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama pembangunan jalan dan fasilitas umum yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah ini seharusnya berpihak kepada masyarakat. Rakyat hari ini membutuhkan jalan yang layak. Lampung Tengah masih krisis jalan dan infrastruktur yang memadai, tapi malah muncul wacana rehab gedung DPRD,” ujar Rayyan dengan nada tegas.
Rayyan juga menyoroti minimnya kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat. Ia menyebut banyak warga merasa aspirasi mereka kurang diperhatikan karena para wakil rakyat dinilai lebih sibuk dengan kepentingan pribadi dibanding turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Setahu saya gedung DPRD itu juga tidak pernah ramai dipakai. Banyak masyarakat menilai anggota DPRD lebih sibuk mengurus usaha masing-masing daripada memikirkan rakyat,” tambahnya.
Ia kemudian mencontohkan kondisi di wilayah Muji Rahayu dan Kampung Payung Batu, yang menurutnya masih mengalami kerusakan jalan cukup parah hingga masyarakat harus bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya.
“Contohnya di Muji Rahayu dan Kampung Payung Batu. Masyarakat sampai swadaya bangun jalan sendiri. Seharusnya pemerintah dan anggota DPRD hadir langsung menyerap aspirasi masyarakat, bukan sibuk dengan urusannya masing-masing,” kata Rayyan.
Lebih lanjut, Rayyan menegaskan bahwa masyarakat memilih wakil rakyat untuk memperjuangkan kepentingan publik, bukan untuk memenuhi kenyamanan pribadi pejabat.
“Rakyat memilih wakilnya bukan untuk kepentingan perut anggota DPRD, melainkan untuk kepentingan rakyat banyak,” tutupnya.
Hingga saat ini, wacana renovasi gedung DPRD Kabupaten Lampung Tengah masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan media sosial. Banyak warga berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(Edi.s)

