TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Kondisi Yusnita Dewi (18), warga Dusun Nipah Kuning, Kecamatan Mesuji, Lampung, menjadi perhatian berbagai pihak. Remaja yang telah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit itu kini menjalani perawatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, dengan kondisi yang dikabarkan semakin memburuk hingga membutuhkan tindakan amputasi.
Terkait hal tersebut, Redaksi Tinta Informasi, Arman, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami Yusnita. Menurutnya, kasus tersebut sangat mendesak dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari berbagai pihak agar penanganan medis dapat segera dilakukan.
Perjuangan Yusnita melawan penyakit telah dimulai sejak masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Saat itu muncul benjolan di paha kanannya. Ketika memasuki kelas I SMP, benjolan tersebut sempat diduga hanya akibat keseleo sehingga keluarga membawanya berobat ke pengobatan tradisional. Namun, kondisi itu justru semakin memburuk dan ukuran benjolan terus membesar.
Pada tahun 2025, keluarga akhirnya membawa Yusnita ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memutuskan pasien harus menjalani operasi dan kemoterapi. Operasi sempat dilakukan, namun rangkaian kemoterapi tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan biaya serta tingginya biaya transportasi dan akomodasi dari tempat tinggal keluarga di Mesuji menuju rumah sakit.
Yusnita diketahui telah kehilangan ayahnya dan kini hanya tinggal bersama sang ibu, Yuli (50), yang berjuang seorang diri membiayai pengobatan putrinya.
Memasuki Juni 2025, benjolan tersebut kembali muncul dan terus membesar. Karena keterbatasan ekonomi, keluarga memilih pengobatan alternatif. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kondisi Yusnita semakin memburuk pada Februari 2026 ketika benjolan di pahanya pecah. Luka yang terbuka mengalami infeksi berat hingga mengeluarkan nanah, membusuk, dan menurut pihak keluarga telah dipenuhi belatung.
Saat ini Yusnita dirawat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, tim medis menyatakan kondisi pasien memerlukan tindakan amputasi sesegera mungkin untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
Melalui pemberitaan ini, keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung maupun pemerintah daerah setempat agar proses pengobatan Yusnita dapat berjalan dengan baik.
Masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara langsung dapat mengunjungi Yusnita di Ruang Bedah Wanita Nomor 101 RSUD Dr. H. Abdul Moeloek atau mendatangi kediaman keluarganya di Dusun Nipah Kuning, RT 003/RW 003, Kecamatan Mesuji, Lampung.
Pihak keluarga berharap dukungan dan kepedulian masyarakat dapat membantu meringankan beban pengobatan yang saat ini masih dijalani Yusnita. (**)

