TINTA INFORMASI, Lampung – Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto mengajak para nelayan dan pelaku usaha perikanan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperkuat permodalan usaha sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi pekerja sektor perikanan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mempercepat akses layanan keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang bersinergi dengan Bank Lampung.
Ajakan tersebut disampaikan Agus saat membuka Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Pelaku Usaha Perikanan di Pekon Way Nipah, Kecamatan Pematang Sawa, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kepala Bidang Tenaga Kerja Iswandi, Camat Pematang Sawa Syarifudin, Fungsional Bapperida Rahman, Kepala Pekon Way Nipah Apriyal, perwakilan Bank Lampung, BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili Faisal Yamani, serta para nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Dalam sambutannya, Agus Suranto menyampaikan apresiasi kepada Bank Lampung dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah berkolaborasi menghadirkan sosialisasi bagi masyarakat pesisir. Menurutnya, kegiatan tersebut menjawab dua kebutuhan utama pelaku usaha perikanan, yakni kemudahan akses pembiayaan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Sosialisasi ini sangat penting karena menyentuh dua kebutuhan utama pelaku usaha perikanan, yaitu akses permodalan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, sektor perikanan merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Tanggamus. Namun, hingga kini para pelaku usaha masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan modal usaha dan tingginya risiko pekerjaan di lapangan.
Karena itu, Agus mendorong para nelayan dan pelaku usaha untuk memanfaatkan program KUR sebagai sumber pembiayaan produktif guna meningkatkan kapasitas usaha, menambah sarana produksi, memperluas skala usaha, serta meningkatkan pendapatan.
“Saya berharap melalui sosialisasi ini para pelaku usaha dapat memahami persyaratan, mekanisme pengajuan, serta memanfaatkan fasilitas KUR secara bijak dan produktif,” katanya.
Selain akses pembiayaan, Agus juga menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan dari berbagai risiko kerja yang dapat terjadi saat menjalankan aktivitasnya.
“Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku usaha memperoleh perlindungan dan kepastian yang dapat membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir agar semakin banyak pekerja sektor perikanan yang memperoleh manfaat jaminan sosial.
Di akhir sambutannya, Agus mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan sosialisasi untuk memperdalam pemahaman mengenai program KUR dan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Lampung, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pelaku usaha perikanan.
“Dengan semangat JALAN LURUS dan kebersamaan, saya yakin kita dapat membawa sektor perikanan di Kabupaten Tanggamus menjadi lebih maju, modern, dan berkelanjutan,” tegasnya. (**)

