TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Publik Bandar Lampung mendesak transparansi pengelolaan anggaran fantastis di SMPN 19 Bandar Lampung. Berdasarkan data resmi, sekolah ini mengelola anggaran raksasa mencapai Rp1.016.400.000. Namun, alokasi penggunaan dana tersebut justru memicu tanda tanya besar akibat porsi pembagian yang dinilai sangat tidak wajar.
Secara mengejutkan, pengelola sekolah menyedot anggaran sebesar Rp174.767.118 hanya untuk pos administrasi sekolah. Pada saat bersamaan, manajemen mengucurkan Rp312.000.000 untuk pembayaran guru honorer. Jika menggabungkan kedua pos ini, pengelola telah menghabiskan Rp486.767.118 atau membakar 47,9 persen dari total dana sekolah. Artinya, dua komponen tersebut menguras nyaris separuh dari keseluruhan anggaran.
Bahkan, angka Rp174 juta untuk urusan operasional administrasi tergolong sangat fantastis. Warga sekolah dan publik berhak membongkar rincian belanja tersebut, mulai dari pengadaan alat tulis kantor (ATK), biaya jasa, hingga kegiatan harian. Begitu pula dengan alokasi honor guru sebesar Rp312 juta. Tanpa rincian resmi mengenai jumlah penerima dan nominal per bulan, publik sulit menguji kewajaran pencairan dana tersebut.
Oleh karena itu, masalah ini bukan sekadar urusan kalkulasi di atas kertas, melainkan menyangkut transparansi dan kesesuaian fakta di lapangan. Masyarakat menuntut agar setiap rupiah uang negara benar-benar berdampak langsung pada mutu pendidikan siswa.
Sayangnya, ketika wartawan media ini mengonfirmasi temuan tersebut melalui pesan WhatsApp, Kepala Sekolah SMPN 19 Bandar Lampung, Yulva Roza, M.Pd., justru memilih bungkam dan membisu. Sikap tertutup sang kepala sekolah semakin memperkuat kecurigaan publik terkait adanya indikasi penyelewengan.
Padahal, jika penggunaan anggaran sudah sesuai aturan, pihak sekolah seharusnya berani membuka dokumen pertanggungjawaban secara transparan. Sikap enggan merespons ini justru memicu pertanyaan kritis: ke mana sebenarnya alokasi dana Rp1,016 miliar tersebut mengalir?
Oleh sebab itu, tim redaksi terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Pada edisi mendatang, kami akan membongkar secara gamblang pos-pos anggaran lain yang terindikasi kuat mengalami penyimpangan! (tim)
