TINTA INFORMASI | OKI — Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., menghadiri kunjungan kerja Kepala Pusat Teknologi Wahana Darat Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., M.I.P., ke fasilitas produksi munisi PT Multipar Pertahanan Indonesia, Desa Bumi Arjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (15/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB tersebut bertujuan meninjau conformity proses produksi amunisi kaliber 5,56 x 45 mm. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi dan peninjauan proses produksi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan nasional.
Sejumlah pejabat dan tim terkait turut mengikuti kegiatan tersebut. Di antaranya Direktur PT Multipar Pertahanan Indonesia Dyah Paramita Inggita, perwakilan Badan Logistik Kemhan Kolonel CPL Lili Wahyu Sugiarto, Ketua Tim Uji Kelayakan Kemhan RI Kolonel CPL Muchamad Andi Barata, serta Tim Potensi Pertahanan Kemhan RI Kolonel CPL Dony Manggara.
Selain itu, hadir perwakilan Mabes TNI Kolonel Inf Arie, Wakil Ketua Tim Pengawas Mabes TNI Kolonel Saiful, Kasi Renbek Bagbek Puspalad Mayor CPL (K) Yayuk Rahayu, serta Danramil 402-10/Kayuagung Kapten Inf Jhoni Ilham.
Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan
Direktur PT Multipar Pertahanan Indonesia, Dyah Paramita Inggita, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan Republik Indonesia, khususnya melalui penyediaan logistik munisi.
Menurutnya, kerja sama antara perusahaan dan Kementerian Pertahanan menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat kedaulatan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara itu, Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas menekankan pentingnya pengembangan kemampuan produksi munisi di dalam negeri.
Ia menyebut penguatan kapasitas industri pertahanan nasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pertahanan.
Dengan meningkatnya kemampuan industri dalam negeri, kebutuhan munisi diharapkan dapat dipenuhi secara lebih mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar negeri.
Kemhan Tinjau Produksi Munisi Kaliber 5,56 x 45 mm
Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas dan proses produksi munisi kaliber 5,56 x 45 mm di PT Multipar Pertahanan Indonesia.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi serta kapasitas perusahaan. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, PT Multipar Pertahanan Indonesia dilaporkan memiliki kapasitas produksi hingga 50 juta butir munisi per tahun.
Setelah meninjau fasilitas produksi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melihat lokasi lapangan tembak dan kompleks perusahaan sekitar pukul 13.50 WIB.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesan dan pesan oleh Brigjen TNI R. Herdianto Nuringtyas pada pukul 14.17 WIB.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi aman dan lancar.
Dandim 0402 OKI Dukung Penguatan Industri Pertahanan
Dandim 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan industri pertahanan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan munisi bagi TNI.
Menurutnya, peninjauan secara langsung terhadap proses produksi dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan industri pertahanan dalam negeri sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional.
“Dengan adanya peninjauan langsung terhadap proses produksi munisi ini, diharapkan industri pertahanan dalam negeri semakin berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional secara mandiri. Hal ini menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri sekaligus memperkuat kesiapan pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan perusahaan industri pertahanan perlu terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung program pemerintah dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Selain itu, Gunawan berharap keberadaan PT Multipar Pertahanan Indonesia di Kabupaten OKI dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri strategis nasional. Kehadiran perusahaan juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan negara.
Kehadiran Dandim 0402/OKI dalam kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan TNI AD terhadap penguatan industri pertahanan nasional. Koordinasi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan sektor industri dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. (abs)
