Banner Top Up Produk Digital
AdvetorialDaerahEkonomiLampung Selatan

KNMP Ketapang Mulai Dongkrak Ekonomi Nelayan, Harga Ikan Senangin Naik hingga Rp32 Ribu per Kilogram

41
×

KNMP Ketapang Mulai Dongkrak Ekonomi Nelayan, Harga Ikan Senangin Naik hingga Rp32 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini
KNMP Ketapang Mulai Dongkrak Ekonomi Nelayan, Harga Ikan Senangin Naik hingga Rp32 Ribu per Kilogram

TINTA INFORMASI | LAMPUNG SELATAN – Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Selain membuka peluang pekerjaan baru, keberadaan fasilitas tersebut juga membantu meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan dan menjaga stabilitas harga ikan.

Dampak tersebut terungkap dalam dialog interaktif antara Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama masyarakat pada puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di kawasan KNMP Ketapang, Rabu (4/11/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Manajemen Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan Ari Prabowo beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Lampung Bagus Heri Purnomo, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan Aryantoni beserta jajaran, serta Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Ahmad Muslim.

Hadir pula perwakilan Polres Lampung Selatan, Danramil 0421/03 Penengahan Arm. Darwin Lubis yang mewakili Dandim Lampung Selatan, Camat Ketapang Sri Mahendra Kesuma Dewi, Ketua KNMP Ketapang Amini beserta jajaran, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama mengatakan bahwa pembangunan KNMP di Desa Ketapang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan merawatnya.

Egi mengaku tidak menyangka kunjungannya mendapat sambutan begitu antusias dari anak-anak sekolah hingga masyarakat setempat. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman warga setelah hadirnya KNMP.

Melalui dialog interaktif, Egi menggali informasi mengenai perubahan yang dirasakan masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Baca juga:  Stok Pertalite, Biosolar dan Pertamax Aman, Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Bandar Lampung Kondusif

Salah seorang warga, Sapiha, menyampaikan bahwa keberadaan KNMP telah memberikan peluang pekerjaan sekaligus tambahan penghasilan bagi dirinya.

Selain membuka kesempatan kerja, Egi menilai fasilitas KNMP juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan. Fasilitas penyimpanan ikan dan sarana pendukung lainnya memungkinkan nelayan mengelola hasil tangkapan dengan lebih baik sehingga tidak harus menjual ikan dengan harga rendah ketika produksi sedang melimpah.

Pada kesempatan itu, Egi turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kepala Pusat Manajemen Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta jajaran atas dukungan pembangunan KNMP di Desa Ketapang.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat harus memperkuat kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Egi juga mengingatkan bahwa keberhasilan KNMP tidak cukup diukur dari pembangunan fisik. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas menjadi faktor penting agar kawasan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia meminta seluruh masyarakat menjaga kebersihan, keindahan, serta fasilitas yang tersedia. Selain itu, pengurus koperasi harus menjalankan manajemen secara transparan, jujur, adil, dan terbuka.

Bahkan, Egi mendorong pengelola menyisihkan anggaran khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas agar keberlangsungan operasional KNMP tetap terjaga.

Nelayan Rasakan Manfaat, Harga Ikan Senangin Meningkat

Manfaat kehadiran KNMP juga dirasakan langsung oleh sejumlah warga dan nelayan Desa Ketapang.

Salah seorang warga, Syamsuri, mengungkapkan bahwa keberadaan kawasan tersebut membawa perubahan positif bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja. Ia menjadi salah satu warga yang memperoleh pekerjaan sejak fasilitas KNMP beroperasi.

Sementara itu, dari sisi aktivitas perikanan, Syamsuri yang juga berprofesi sebagai nelayan mengaku kegiatan melaut kini berjalan lebih lancar. Dalam sekali melaut, ia rata-rata mampu memperoleh hasil tangkapan sekitar 20 kilogram.

Baca juga:  Proyek Milik Dinas PU Lamsel Sudah di PHO dan Retensi Sudah Habis, Jalannya Rusak Berat Tidak Diperbaiki

Tidak hanya itu, ia juga merasakan peningkatan harga jual ikan senangin. Jika sebelumnya harga ikan tersebut berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram, kini meningkat menjadi sekitar Rp32 ribu per kilogram.

“Sejak ada KNMP, pekerjaan kami sebagai nelayan lebih lancar. Harga ikan senangin juga mengalami kenaikan, dari Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” ungkap Syamsuri.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah terus mengembangkan fasilitas KNMP agar semakin mampu menjawab kebutuhan nelayan.

Junianto, perwakilan nelayan Ketapang, mengapresiasi keberadaan kawasan tersebut karena dinilai membantu aktivitas perikanan masyarakat. Namun, ia menyebut fasilitas tambat labuh masih menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas tambat labuh akan semakin menunjang aktivitas nelayan, terutama dalam proses sandar dan pengelolaan kapal setelah melaut.

“Dengan adanya KNMP ini, kami sebagai nelayan merasa sangat terbantu. Namun, masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, salah satunya fasilitas tambat labuh. Kami berharap ke depan ada solusi agar kebutuhan nelayan di Desa Ketapang bisa terwujud,” tutur Junianto.

Perputaran Ekonomi KNMP Ketapang Capai Rp350 Juta

Sementara itu, Kepala Pusat Manajemen Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ari Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan program Kampung Nelayan Merah Putih.

Ia menyebut KNMP Ketapang telah mulai beroperasi dan menjalankan sejumlah kegiatan ekonomi, termasuk pengelolaan pembukuan, transaksi keuangan, serta inovasi tabungan ikan.

Menurut Ari, keberhasilan pengelolaan program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah agar koperasi nelayan dapat berkembang dan menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa KNMP merupakan bagian dari program prioritas nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat nelayan.

Baca juga:  Anggota DPD RI Bustami Menerima Aspirasi Perbaikan Infrastruktur di Jati Agung Lamsel Digaungi Gandi Bacaleg Demokrat

“Ini program prioritas nasional, arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto juga bagaimana meningkatkan ekonomi para nelayan. Hari ini kegiatan dilaksanakan di 24 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT KKP ke-27. Jadi, bukan sekadar merayakan ulang tahun, tetapi juga menunjukkan sinergi pemerintah dalam menyiapkan dan membangun Kampung Nelayan Merah Putih,” jelas Ari kepada awak media.

Lebih lanjut, Ari menyoroti manfaat fasilitas penyimpanan ikan atau cold storage yang tersedia di kawasan KNMP. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan turunnya harga ikan ketika musim panen atau hasil tangkapan nelayan sedang melimpah.

Dengan adanya cold storage, nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan untuk menjaga kualitas ikan sehingga tidak harus menjual seluruh hasil tangkapan secara bersamaan ketika pasokan meningkat.

“Dulu kalau sedang musim ikan, harga ikan menjadi turun. Namun, sekarang sudah ada cold storage sehingga ikan bisa disimpan dan harga lebih stabil. Itu salah satu manfaat paling nyata,” ungkapnya.

Ari juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Ketua KNMP Ketapang, aktivitas ekonomi yang berputar di kawasan tersebut selama periode Juni hingga Agustus 2026 telah mencapai hampir Rp350 juta.

Capaian tersebut menjadi gambaran awal bahwa keberadaan KNMP mulai menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha perikanan melalui pengelolaan koperasi.

Melalui program ini, pemerintah berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi kawasan pembangunan infrastruktur perikanan, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, serta partisipasi aktif masyarakat, KNMP Ketapang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. (RS)

Editor: Nanda Hastedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™