Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemkab Fokus Tangani Karhutla

42
×

HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemkab Fokus Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemkab Fokus Tangani Karhutla

TINTA INFORMASI | KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memilih menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten OKI secara sederhana tanpa hiburan, Senin (12/10/2026).

Keputusan tersebut diambil karena pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Selain memadamkan api, pemerintah juga memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam Rapat Paripurna DPRD OKI di Kayuagung, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

Muchendi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab menangani bencana tersebut dan terus memperkuat upaya pencegahan maupun pemadaman.

“Atas peristiwa karhutla ini, saya selaku Bupati Ogan Komering Ilir menyatakan bertanggung jawab dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” kata Muchendi.

810 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

Muchendi menjelaskan, Pemkab OKI telah menetapkan status siaga karhutla sejak dini. Pemerintah kemudian mengerahkan lebih dari 810 personel untuk melakukan pencegahan, patroli, hingga pemadaman kebakaran.

Selain mengerahkan personel, Pemkab OKI memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Pemerintah juga mengevaluasi kesiapsiagaan petugas serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan korporasi terkait karhutla.

Di sisi lain, Pemkab OKI memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Muchendi, kondisi geografis OKI menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian karhutla. Luas kawasan gambut yang mencapai sekitar 809.274 hektare, atau sekitar 47 persen dari luas wilayah Kabupaten OKI, membuat penanganan kebakaran membutuhkan dukungan personel, peralatan, serta strategi pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Keterbatasan bukan alasan, tetapi tantangan yang menjadi tanggung jawab untuk terus diperbaiki,” ujarnya.

Untuk mencegah kebakaran berulang, Pemkab OKI mendorong penataan tata air berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Pemerintah juga meningkatkan pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) serta mengintegrasikan data melalui command center.

Sistem tersebut diharapkan mampu mendeteksi penurunan muka air gambut sekaligus memberikan peringatan dini sehingga potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum meluas.

Muchendi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, petugas pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan hingga masyarakat.

Herman Deru: HUT OKI Tanpa Hiburan karena Fokus Karhutla

Gubernur Sumatera Selatan Dr. Herman Deru mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kabupaten OKI tahun ini sengaja digelar tanpa kemeriahan hiburan.

Menurutnya, pemerintah harus mengutamakan penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

“Peringatan HUT ke-81 Kabupaten OKI tahun ini kita laksanakan sesederhana mungkin tanpa gebyar hiburan. Pemerintah daerah saat ini tengah fokus pada evaluasi, khususnya terhadap kejadian karhutla yang masih terus berlangsung,” kata Herman Deru seusai Rapat Paripurna DPRD OKI, Senin (12/10/2026).

Meski peringatan berlangsung sederhana, Herman Deru tetap mengapresiasi sejumlah capaian pembangunan Kabupaten OKI.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan peningkatan, sementara angka kemiskinan mengalami penurunan. Selain itu, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten OKI juga dinilai tetap terjaga.

“Alhamdulillah, kita melihat capaian positif. Pertumbuhan ekonomi OKI meningkat, angka kemiskinan menurun, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Herman Deru Turun Langsung ke Lokasi Karhutla

Herman Deru juga mengungkapkan bahwa dirinya turun langsung ke lokasi karhutla di Desa Jungkal. Ia bahkan menginap bersama Bupati OKI Muchendi Mahzareki untuk melihat kondisi penanganan kebakaran secara langsung.

Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi yang dihadapi petugas di lapangan, termasuk berbagai kendala dalam proses pemadaman.

“Semalam saya bersama Bupati sampai tidur di lapangan melihat kondisi yang sebenarnya, bukan sekadar menerima kata orang atau laporan semata,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Herman Deru menyebut angin kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut dapat membawa material pembakaran dan memicu munculnya titik api baru.

Meski demikian, ia memastikan pasukan di lapangan terus berupaya mengendalikan kebakaran.

“Meski menghadapi tantangan dari alam, saya pastikan pasukan darat kita tidak menyerah dan terus bekerja memadamkan api dengan penuh semangat,” tuturnya.

Peringatan HUT ke-81 Kabupaten OKI akhirnya menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menempatkan keselamatan masyarakat, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, pemadaman api, serta pencegahan kebakaran berulang sebagai prioritas utama.

Dengan langkah tersebut, peringatan hari jadi OKI tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan karhutla secara berkelanjutan. (**)

Baca juga:  Buntut Dari Kakon Yang Tukang Kelabui Wartawan, Berujung Dilaporkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™