Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahPesawaran

Lampung dan Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Internasional

34
×

Lampung dan Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Internasional

Sebarkan artikel ini
Lampung Dan Pesawaran Perkuat Hilirisasi Kakao Lewat Kolaborasi Internasional

TINTA INFORMASI | BANTEN – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat pengembangan komoditas kakao melalui kolaborasi dengan investor, pelaku industri, dan mitra internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong kesejahteraan petani di daerah.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Komitmen itu mengemuka ketika Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Pesawaran Nanda Indira menjadi pembicara dalam International Trade Expo yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Forum yang mengangkat tema kolaborasi dalam mewujudkan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan kepada dunia usaha dan calon investor.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga mengambil langkah konkret dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Klumbayan Gold Farm. Selain itu, Pemkab Pesawaran menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan JIKA Chocolat yang berkaitan dengan pembelian sekaligus peningkatan standar produk kakao.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok kakao dari tingkat petani hingga industri. Di sisi lain, kemitraan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunan dan membuka akses pemasaran yang lebih luas sesuai kebutuhan industri serta pasar internasional.

Baca juga:  Abaikan UU No. 14 Tahun 2008, Pembangunan Ruang Laboratorium SDN 45 Gedong TataanTanpa Dilengkapi Papan Informasi Proyek

Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, pengembangan kakao merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kakao menjadi salah satu komoditas unggulan Pesawaran yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor agar produk kakao tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Pertemuan ini bertujuan untuk bagaimana kita memperkenalkan dan mengembangkan produk kakao lebih luas lagi dengan berkolaborasi bersama para mitra untuk membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” jelas Nanda.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mengembangkan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Ia menilai, kolaborasi pemerintah daerah dengan mitra pembangunan, investor, dan pelaku industri menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan Lampung. Selain meningkatkan kualitas produk, kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas daerah.

“Saya sangat menyambut baik pertemuan malam ini dengan mitra-mitra pembangunan di Kabupaten Pesawaran, dan saya juga turut mengapresiasi langkah-langkah ini yang pada akhirnya nanti untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak komoditas unggulan di Pesawaran,” ujar Mirza.

Lebih lanjut, Mirza menjelaskan bahwa Lampung memiliki berbagai komoditas perkebunan potensial, di antaranya kopi, lada, dan kakao. Namun, pengembangan komoditas tersebut membutuhkan dukungan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengolahan pascapanen, hingga pemenuhan standar yang ditetapkan pasar internasional.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan investasi dan ekspor sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung.

Dengan dukungan investasi dan kemitraan yang tepat, hasil perkebunan Lampung diharapkan tidak hanya memiliki pasar domestik yang kuat, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Direktur PT Klumbayan Gold Farm, Arif Rachman, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pengembangan green supply chain atau rantai pasok hijau di Lampung.

Program tersebut akan dikembangkan untuk sejumlah komoditas unggulan, khususnya lada hitam, kopi, dan kakao. Dalam pengembangannya, perusahaan akan melibatkan sejumlah mitra dari Eropa, termasuk Jerman dan Belanda, serta organisasi internasional lainnya.

“Kita sudah mulai penjajakan untuk lada hitam dari tahun 2023, dan sudah berhasil diekspor langsung dari petani ke pasar Eropa. Kemudian ke depannya kita akan coba kembangkan komoditas kakao dan kopi,” kata Arif.

Kolaborasi antara pemerintah, investor, pelaku industri, dan petani menjadi kunci dalam membangun ekosistem perkebunan yang berkelanjutan. Dengan rantai pasok yang semakin kuat, kualitas produk dapat ditingkatkan sekaligus memperluas akses terhadap pasar internasional.

Ke depan, pengembangan kakao Pesawaran bersama komoditas unggulan Lampung lainnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, hilirisasi dan perluasan pasar juga diharapkan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani serta memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam rantai industri perkebunan. (an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™