Banner Top Up Produk Digital
BeritaNasional

Rapimnas 2026, PII Beri Penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta kepada Tiga Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal Salah Satunya

30
×

Rapimnas 2026, PII Beri Penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta kepada Tiga Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal Salah Satunya

Sebarkan artikel ini
Rapimnas 2026, PII Beri Penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta kepada Tiga Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal Salah Satunya

TINTA INFORMASI | JAKARTA — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberikan penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta kepada tiga gubernur yang dinilai aktif mendorong penerapan persyaratan praktik keinsinyuran dalam pekerjaan keteknikan di daerah.

Ketiga kepala daerah tersebut yakni Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto, dan Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

PII memberikan penghargaan tersebut dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan para kepala daerah dalam memperkuat tata kelola praktik keinsinyuran serta penerapan persyaratan tenaga ahli dalam pelaksanaan pekerjaan keteknikan di wilayah masing-masing.

Kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, khususnya dalam mendorong praktik keinsinyuran yang memenuhi standar kompetensi, keselamatan, mutu, etika, dan ketentuan profesi.

PII Apresiasi Kebijakan Tiga Gubernur

Ketua Umum PII Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada ketiga gubernur tersebut atas komitmen mereka memperkuat penerapan praktik keinsinyuran di daerah.

Menurut Ilham, kebijakan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pekerjaan keteknikan berjalan sesuai standar dan melibatkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi serta sertifikasi.

“Atas nama Persatuan Insinyur Indonesia saya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku Utara, Gubernur Riau dan Gubernur Lampung atas upayanya melalui instruksi kebijakan yang menguatkan penerapan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, serta dalam pelaksanaan pekerjaan keteknikan di daerah masing-masing,” kata Ilham Habibie di sela-sela Rapimnas PII 2026 di Auditorium Unjani.

Wakil Ketua Umum PII Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa nama Narendra Dharma Abhiyanta berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki makna penghargaan bagi pemimpin yang memiliki keberanian dalam mengambil kebijakan di bidang keteknikan.

Ia mengatakan penilaian penghargaan tersebut menggunakan dua kelompok kriteria utama. Pertama, penguatan tata kelola praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Kedua, penguatan penerapan persyaratan praktik keinsinyuran pada pekerjaan keteknikan.

“Kriterianya antara lain mendorong penerapan standar, etika, keselamatan, mutu, efisiensi, keberlanjutan lingkungan dan manajemen risiko; pengembangan kompetensi insinyur dan ASN, termasuk kepemilikan gelar Insinyur, SKIP dan STRI; kolaborasi dengan PII, perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan lembaga penelitian; serta penerapan persyaratan tenaga ahli ber-STRI dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan keteknikan,” ujar Agus Taufik Mulyono.

Rahmat Mirzani Dorong Sertifikasi Insinyur di Lampung

Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menilai sertifikasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang bagi para insinyur di daerah.

Ia berharap tenaga profesional yang bekerja di sektor keinsinyuran memiliki sertifikat yang menunjukkan kompetensi dan keahlian sesuai bidangnya.

“Insinyur di daerah itu sangat sedikit, sehingga untuk mengembangkan potensi dan peluang dalam bidangnya, dibutuhkan sertifikasi yang berdampak untuk menggerakkan ekonomi dan industri,” kata Rahmat Mirzani saat menerima penghargaan Narendra Dharma Abhiyanta.

Menurut Rahmat, penguatan kompetensi tenaga insinyur juga berkaitan dengan kemampuan daerah mengembangkan sektor industri dan memanfaatkan potensi pembangunan secara optimal.

Sebelumnya, Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Riau juga memperoleh penghargaan dari PII dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026.

Dalam penganugerahan IKD pada 29 Agustus 2026, Maluku Utara memperoleh predikat Emas dan Platinum, sementara Provinsi Riau memperoleh predikat Perak.

Rapimnas PII 2026 Bahas Penguatan Organisasi

Rapimnas PII 2026 mengusung tema “PII Berdaya: Tata Kelola Kuat, Layanan Meningkat, Anggota Maslahat.”

Lebih dari 400 peserta dan peninjau mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 41 orang dari 23 Pengurus Wilayah PII, 211 peserta dari 121 Pengurus Cabang PII, serta perwakilan Pengurus Pusat, Badan Pelaksana PII, Badan Tetap PII, Perwakilan Luar Negeri PII, Majelis Kehormatan Etik (MKE) PII, Majelis Standar Keinsinyuran (MSK), dan 40 peserta dari 21 Badan Keahlian.

Dalam forum tersebut, Pengurus Pusat PII memaparkan program prioritas, capaian hingga 2026, serta rencana kerja lanjutan organisasi.

PII menetapkan tiga program prioritas periode 2024-2027, yakni re-industrialisasi, penguatan Dewan Insinyur Indonesia (DII), serta transformasi internal organisasi.

Transformasi internal tersebut mencakup digitalisasi organisasi, desentralisasi, bantuan hukum, dan advokasi.

Sekretaris Jenderal PII Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE, ASEAN Eng., APEC Eng., melaporkan sejumlah perkembangan organisasi hingga September 2026.

Jumlah anggota PII telah mencapai 101.906 orang, atau tumbuh 12,4 persen dibandingkan 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.331 anggota tercatat aktif.

Pada aspek kompetensi dan registrasi, jumlah pemegang SKIP/STRI pada 2026 mencapai 4.071 orang. Sementara itu, pemegang sertifikasi internasional ASEAN Eng. mencapai 918 orang, meningkat dari 632 orang pada 2024.

“Pada aspek kompetensi dan registrasi, jumlah pemegang SKIP/STRI pada 2026 tercatat 4.071, sementara pemegang sertifikasi internasional ASEAN Eng mencapai 918 orang, meningkat dari 632 orang pada 2024,” kata Teguh Haryono.

Penguatan organisasi juga terlihat dari keberadaan 33 Pengurus Wilayah, 294 Pengurus Cabang, 27 Badan Keahlian, dan sembilan Perwakilan Luar Negeri.

Di bidang kebijakan dan pengembangan profesi, PII telah menyampaikan rancangan RPP Dewan Insinyur Indonesia (DII) kepada pemerintah.

PII juga memperkuat digitalisasi sertifikasi melalui SKIP dan STRI berbasis QR Code serta mengintegrasikan sertifikasi internasional dengan basis data SIMPoNI.

Selain itu, PII mengembangkan PII Engineering AI Initiative untuk mendukung penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam praktik keinsinyuran di Indonesia.

PII Perkuat Agenda Re-Industrialisasi

Ilham Akbar Habibie mengatakan PII juga terus memperkuat agenda re-industrialisasi nasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui audiensi dengan Danantara serta perluasan kerja sama dengan kementerian dan lembaga, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

“PII juga memperkuat agenda re-industrialisasi melalui audiensi dengan Danantara, serta memperluas kerja sama dengan kementerian/lembaga, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan mitra internasional,” ujar Ilham.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya PII memperkuat posisi profesi insinyur sekaligus meningkatkan kontribusi keinsinyuran terhadap pembangunan industri nasional.

Rapimnas PII 2026 Jadi Bagian dari CAFEO 44

Rapimnas PII 2026 berlangsung dalam rangkaian agenda Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) 44. Indonesia melalui PII menjadi tuan rumah CAFEO 44 yang berlangsung di Bandung pada 20-22 Oktober 2026.

CAFEO merupakan salah satu forum utama organisasi keinsinyuran di kawasan ASEAN. Forum tersebut mempertemukan insinyur, termasuk insinyur perempuan dan insinyur muda, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, serta generasi muda.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan sekaligus membangun kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan dan teknologi di kawasan.

Direktur Eksekutif PII sekaligus Chair of CAFEO 44, Ir. Santhi H. Serad, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., mengatakan CAFEO 44 mengangkat tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation.”

Menurut Santhi, tema tersebut membawa pesan bahwa industrialisasi dan perkembangan teknologi harus menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ini membawa pesan bahwa industrialisasi dan kemajuan teknologi harus menciptakan kemakmuran bersama, tetap berpusat pada kemanusiaan, serta tidak meninggalkan masyarakat, daerah, maupun pelaku usaha,” kata Santhi H. Serad.

Melalui Rapimnas PII 2026 dan CAFEO 44, PII menegaskan agenda penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi dan layanan anggota, sekaligus memperluas peran insinyur dalam mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia serta kawasan ASEAN. (**)

Baca juga:  Perkuat Sinergi dan Bahas Isu Strategis, Pemkab Pesawaran Gelar Rakor dan Halal Bihalal Kepala Desa
Editor: Nanda Hastedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™