Tintainformasi.com, Lampung Tengah – Sejumlah sopir truk di Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, menyampaikan keberatan terkait dugaan permintaan uang oleh oknum aparatur kampung untuk pembelian material perbaikan jalan.
Salah satu sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya diminta memberikan sejumlah uang sebesar Rp150 ribu dan Rp100 ribu dengan dalih untuk membeli batu dan sirtu (pasir batu) guna penimbunan jalan.
“Kami tidak pernah diajak musyawarah terkait penggalangan dana tersebut. Tiba-tiba ada kepala dusun mengantarkan selembar kertas yang sudah ditandatangani kepala kampung,” ujar sopir tersebut.
Menurutnya, dalam kertas itu hanya tercantum nama, nomor telepon, dan tanda tangan, tanpa adanya rincian nominal yang harus dibayarkan.
Warga mempertanyakan mekanisme penggalangan dana tersebut, termasuk transparansi jumlah dana yang telah terkumpul dan penggunaannya.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Kampung Payung Batu, Syaiful Arifin, belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Payung Batu menjelaskan bahwa dari pihak dapur telah membantu sebanyak tiga truk material sebagai bentuk dukungan terhadap perbaikan jalan.
“Kami dari dapur membantu tiga truk,” ujarnya singkat.
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Purheri Sumardiyanto, disebut-sebut turut menyiapkan material batu untuk kegiatan tersebut. Namun, belum ada penjelasan resmi terkait skema bantuan maupun keterkaitannya dengan dana yang dihimpun dari para sopir.
Hingga saat ini, belum diperoleh data pasti mengenai total dana yang telah dikumpulkan serta alokasi penggunaannya. Masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah upaya swadaya perbaikan jalan.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi lebih lanjut. (Edi.$)

