Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
AdvetorialBeritaDaerahEkonomiPemerintahanTanggamus

Produksi Kopi Tanggamus Naik, Produktivitas Tembus 1 Ton per Hektare

31
×

Produksi Kopi Tanggamus Naik, Produktivitas Tembus 1 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Produksi Kopi Tanggamus Naik, Produktivitas Tembus 1 Ton per Hektare

TINTAINFORMASI.COM, TANGGAMUS – Kinerja sektor perkebunan Kabupaten Tanggamus menunjukkan perkembangan positif. Produktivitas kopi yang sebelumnya berada di kisaran 856 kilogram per hektare kini meningkat menjadi sekitar 1.027 kilogram per hektare.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya sektor perkebunan sekaligus diharapkan berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanggamus, Henri Patra, mengatakan peningkatan produksi tidak hanya terjadi pada komoditas kopi, tetapi juga kakao dan kelapa.

“Produksi perkebunan kita meningkat signifikan, baik produksi kopi, kakao maupun kelapa. Sehingga penghasilan petani dengan indikator NTP petani, khususnya subsektor perkebunan, mengalami kenaikan yang positif,” kata Henri saat diwawancarai di kantornya, Senin (10/8/2026).

Menurut Henri, capaian tersebut tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan yang mencapai 137 persen. Angka tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 102,50 persen.

Ia menilai peningkatan produktivitas kopi menjadi salah satu capaian penting dalam perkembangan sektor perkebunan Tanggamus.

Baca juga:  Bupati Tanggamus Dorong Peran Ulama Jaga Moral dan Kerukunan Umat

“Produktivitas kopi juga meningkat dari sekitar 856 kilogram per hektare menjadi 1.027 kilogram per hektare,” ujarnya.

Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada angka produksi semata. Pemerintah daerah berharap kenaikan hasil perkebunan dapat berimbas langsung terhadap peningkatan pendapatan petani dan memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.

Di sisi lain, upaya meningkatkan kesejahteraan petani juga dilakukan melalui penguatan perlindungan sosial.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanggamus berkolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada ahli waris petani kopi penerima manfaat.

Penyerahan santunan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Sumberejo, Selasa lalu.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada petani dan keluarga mereka terhadap berbagai risiko yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Kolaborasi antara pemerintah daerah, ILO dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperluas akses perlindungan sosial bagi petani, sehingga peningkatan produktivitas perkebunan dapat berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan bagi mereka yang berada di balik sektor tersebut.

Baca juga:  Banggar DPRD Lampung Selatan Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025

Dengan produksi kopi yang terus meningkat serta capaian NTP subsektor perkebunan yang berada di atas target, sektor perkebunan di Tanggamus dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat daerah. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™