Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke 20 Kecamatan di Tanggamus, KBM Daring Mulai Senin

56
×

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke 20 Kecamatan di Tanggamus, KBM Daring Mulai Senin

Sebarkan artikel ini
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke 20 Kecamatan di Tanggamus, KBM Daring Mulai Senin

TINTA INFORMASI, TANGGAMUS – Dampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau meluas di Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan laporan situasi BPBD Tanggamus hingga Minggu (6/9/2026) pukul 16.30 WIB, sebanyak 20 kecamatan tercatat terdampak abu vulkanik.

Hujan abu mulai terjadi sejak Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga laporan terbaru, kondisi tersebut masih berlangsung dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta jarak pandang. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dua puluh kecamatan yang terdampak meliputi Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, Kota Agung, Kotaagung Timur, Kelumbayan Barat, Bandar Negeri Semuong, Kotaagung Barat, Wonosobo, Kelumbayan, Limau, Ulu Belu, Gisting, Pulau Panggung, Bulok, Gunung Alip, Sumberejo, Air Naningan, Talang Padang, dan Pugung.

Pemkab Perkuat Penanganan

Menghadapi meluasnya dampak abu vulkanik, BPBD Tanggamus terus melakukan pemantauan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memastikan penanganan di wilayah terdampak berjalan secara terpadu.

Baca juga:  ESGIN dan DPP AEKI Teken MoU di Tanggamus, Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Kopi dan Perdagangan Karbon

Dinas Kesehatan Tanggamus telah mendirikan posko kesehatan, membagikan masker kepada masyarakat, serta menyiapkan obat-obatan bagi warga yang membutuhkan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.

KBM Daring Mulai Senin

Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, Pemkab Tanggamus menetapkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah bagi sekolah di wilayah terdampak abu vulkanik.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 4218/21/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Rumah Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Surat yang ditetapkan di Kota Agung pada Minggu (6/9/2026) tersebut diterbitkan atas nama Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., melalui Sekretaris Daerah Tanggamus, Suaidi.

Satuan pendidikan di wilayah terdampak diminta melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan platform pembelajaran yang telah tersedia.

Baca juga:  PKPA DPW Persadin Banten bersama Untara dibuka Ketum DPN Persadin Bang Oking
ADVERTISEMENT

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 7–8 September 2026.

Kepala satuan pendidikan diminta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan sekolah maupun peserta didik.

Pendidik dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan sesuai pengaturan kepala satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

Pemkab Tanggamus akan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran untuk hari berikutnya dan menyampaikan informasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta arahan dari instansi berwenang.

Sekolah juga diminta memantau kondisi peserta didik dan lingkungan sekolah serta melaporkan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebelum pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal, warga sekolah diminta melakukan pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari endapan abu vulkanik.

Masker dan Obat Jadi Kebutuhan Mendesak

BPBD Tanggamus mencatat masker dan obat-obatan menjadi kebutuhan dalam penanganan dampak hujan abu vulkanik.

Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Basarnas Pos SAR Tanggamus, RAPI, serta unsur TNI dan Polri.

Baca juga:  Atas Perintah Raja Maroko, Putra Mahkota Moulay El Hassan Sambut Presiden Tiongkok di Casablanca

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah dan lembaga berwenang. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™