Bandar LampungLampung

Arogansi Security Kampus UIN Menelan Korban Mahasiswa di Rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek

148
×

Arogansi Security Kampus UIN Menelan Korban Mahasiswa di Rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek

Sebarkan artikel ini
TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG – Maraknya kegiatan-kegiatan yang berbau Pungutan Liar (PUNGLI) dan Gratifikasi di UNIVERSITAS UIN RADEN INTAN LAMPUNG (UIN RIL) terkhusus di Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan yang membuat kami selaku mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan membuat sebuah gerakan yaitu Aliansi Mahasiswa FTK yang mana kegiatan ini dibuat dari keluh kesah kami terhadap maraknya pungli dan gratifikasi di UIN RIL terkhusus di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan Meminta KPK RI, Kemenag dan Rektor mengusut tuntas dugaan tersebut. Diketahui salah satu oknum pejabat dan pegawai Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung mengatasnamakan kegiatan akademik yang semestinya praktik ini di awasi oleh pimpinan fakultas karna sebelumnya telah di keluarkan fakta integritas terkait permasalahan PUNGLI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini. Tidak hanya itu adanya indikasi sindikat penurunan UKT yang bekerja sama dengan pihak ICT dengan Metode berbayar. Kami menilai kinerja pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini terkesan bungkam dan membiarkan kegiatan ni berlangsung sehingga menjadi budaya buruk yang sering dilakukan secara berkelanjutan sehingga kami (Mahasiswa) merasa sangat diberatkan terhadap hal itu.
Baca juga:  Wartawan Dilarang Masuk Saat Pleno Terbuka KPU Kabupaten Tanggamus
Kemudian kami mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa FTK menggelar unjuk rasa di lingkungan Rektorat UIN Raden Intan Lampung, Kamis, 25 Mei 2023 atas dasar keresahan kami selama ini. Kemudian Saat tiba di depan Rektorat UIN Raden Intan Lampung kami disambut hangat dengan jajaran satpam UIN Raden Intan Lampung yang berjejer di depan Rektorat yang menandakan kampus UIN Raden Intan Lampung Anti Kritik terhadap permasalahan yang ada di kampus. Kemudian, kami menyampaikan tuntutan atas keresahan yang dialami kami selaku mahasiswa UIN Raden Intan Lampung terkhususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Disaat kami menyampaikan tuntutan terjadi tindakan represif yang dilakukan satpam terhadap kami, sehingga menyebabkan kerugian terhadap beberapa mahasiswa, satu diantaranya mengalami hantaman bagian perut hingga dilarikan ke klinik terdekat, kemudian di rujuk ke RS Abdul Moelok. Kemudian setelah terjadinya kericuhan tsb terjadilah mediasi yang dilakukan oleh pihak Birokrasi dan perwakilan Aliansi Mahasiswa FTK yang dimana pada mediasi tersebut tidak membuahkan hasil dari tuntutan kami. (Red)
Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *