LampungPesawaran

Warga Desa Tanjung Agung Dikejutkan Adanya Proyek “Siluman” Diwilayah Mereka, Aparat Desa Juga Tidak Mengetahui Asal Usul Proyek.

233
×

Warga Desa Tanjung Agung Dikejutkan Adanya Proyek “Siluman” Diwilayah Mereka, Aparat Desa Juga Tidak Mengetahui Asal Usul Proyek.

Sebarkan artikel ini
TINTAINFORMASI.COM, PESAWARAN — Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, dikejutkan dengan adanya kegiatan proyek pengerjaan rabat beton di wilayahnya. Warga menilai, kegiatan tersebut merupakan proyek siluman. Mengapa begitu? Karena sama sekali tidak ada plang pemberitahuan mengenai pekerjaan yang tengah dilakukan. Sehingga warga masyarakat setempat tidak bisa melakukan pengawasan atas pekerjaan proyek rabat beton itu dengan maksimal. “Bukannya kami tidak terimakasih kepada Pemkab Pesawaran atas dibangunnya jalan desa ini, tapi harusnya dipasang plang kegiatannya. Mulai anggarannya berapa, dinas apa, perusahaan apa yang kerjakannya, sampai waktu pengerjaan. Kalau kayak gini, ya sama aja proyek ‘siluman’,” ucap Iskandar, salah satu warga Tanjung Agung, Minggu (10/12/2023). Ditambahkan, warga ingin melakukan kontrol dan pengawasan atas kerja rekanan proyek. Apalagi para pekerja bukan berasal dari warga Tanjung Agung. Kepala Dusun Desa Tanjung Agung, Sarip, juga mengaku tidak mengetahui siapa pemborong dan anggarannya dari mana pekerjaan rabat beton di desanya. Soal siapa pemborongnya dan kenapa tidak pasang plang informasi pekerjaan proyek ini, saya tidak tahu. Cuma beberapa kali saya sampaikan kepada yang kerja, agar jaga kualitasnya sesuai ketentuan. Sebab, yang akan gunakan jalan ini kan kami warga Tanjung Agung. Kalau proyek ini dikerjakan asal jadi, kami yang disusahkan nantinya,” kata Sarip.
Baca juga:  Gelar Diklat Integrasi, Kasepolwan Harapkan Wanita TNI-Polri Bersatu Jadi Pemersatu Bangsa
Ia meminta media ini untuk menanyakan kepada Holis terkait proyek “siluman” tersebut. Ketika dikonfirmasi, Holis menjelaskan, ia hanya diminta menyiapkan kebutuhan makan minum pekerja proyek. Terdiri dari empat orang pekerja dan empat lainnya tenaga ahli. Holis dalam sehari menyiapkan tiga kali kebutuhan makan minum pekerja atas permintaan Erwin, yang disebut sebagai pelaksana lapangan. Sayangnya, saat dihubungi untuk minta konfirmasi, nomor Hp Erwin tidak aktif. Atas adanya proyek “siluman” ini, warga Tanjung Agung meminta rekanan memasang plang pemberitahuan pekerjaan sebagaimana ketentuan yang berlaku, yaitu UU Nomor: 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. (***)
Memuat judul...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *