ADVETORIALBERITAEKONOMITanggamus

Bupati Tanggamus Tekankan Pendampingan Lapangan untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

29
×

Bupati Tanggamus Tekankan Pendampingan Lapangan untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

Sebarkan artikel ini
Bupati Tanggamus Tekankan Pendampingan Lapangan untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menegaskan peningkatan produktivitas petani menjadi kunci menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, seluruh program pengembangan kopi diminta tidak berhenti pada pembahasan di meja rapat, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pendampingan di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Balai Riset dan Monitoring Perkebunan (BRMP) Lampung bersama Tim I-Can (Initiative for Coffee & Cocoa Advancement in Nusantara) di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Selasa, 30 Juni 2026.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Audiensi dihadiri Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan, Ketua Tim Teknis I-Can Lampung Fauziah Yulia Adriani, jajaran BRMP, Ahmad Sutarno Fasilitator Forum FSP perwakilan GIZ, koperasi, serta didampingi Asisten II Sekdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega, Kepala Bapperida Doni Sangaji Berisang, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Henry Patra, Kadis KPTPH Alkat Alamsyah, dan Kabag Protokol Hendra Ferry.

Dalam paparannya, Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan menyampaikan produktivitas kopi di sejumlah sentra di Tanggamus masih berada di kisaran 800 hingga 900 kilogram per hektare. Menurutnya, kenaikan harga kopi belum mampu meningkatkan kesejahteraan petani apabila produktivitas tetap rendah.

Baca juga:  GRAK Lampung Dukung Inspektorat Usut Dugaan Korupsi di RSUD Batin Mangunang

Ia berharap forum kemitraan multipihak menjadi wadah bersama untuk menyatukan seluruh program pengembangan kopi sehingga tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Menanggapi hal itu, Bupati Moh. Saleh Asnawi menilai sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Tanggamus. Menurutnya, hampir seluruh perputaran ekonomi daerah bergantung pada hasil komoditas pertanian.

“Secara teori memang tidak akan pernah ada perputaran ekonomi di Tanggamus kalau tidak ada transaksi hasil komoditas pertanian. Artinya petani harus produktif. Kalau petani produktif, dampaknya akan positif untuk seluruh perputaran ekonomi di Tanggamus,” tegas Saleh Asnawi.

Ia mengaku prihatin karena dalam dua dekade terakhir banyak petani mengalami penurunan produktivitas, bahkan kesulitan memperoleh modal maupun pupuk.

“Dua puluh tahun terakhir ini kita sangat prihatin. Petani sekarang miskin karena tidak produktif. Cari pupuk susah, pinjam uang untuk beli pupuk juga susah. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, masa depan anak-anak petani juga akan ikut terdampak,” ujarnya.

Saleh Asnawi juga menilai keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif pemerintah. Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan pertanian pada masa lalu yang ditopang pendampingan tenaga ahli, penyediaan benih, pupuk, hingga penyuluhan secara langsung kepada petani.

Baca juga:  Polsek Pugung Tangkap Residivis Pencuri Pompa Air di Tanggamus

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program pengembangan kopi benar-benar turun ke lapangan.

“Kalau hanya teori di sini, bicara terus di ruang rapat, tidak akan ada hasilnya. Harus turun ke lapangan, membawa solusi, mengedukasi petani sampai ke kecamatan, desa, dan pekon. Jangan hanya berhenti pada teori,” katanya.

Bupati juga menyoroti program I-Care yang telah berjalan sejak 2022. Menurutnya, hasil nyata harus segera dirasakan masyarakat melalui peningkatan produktivitas petani.

“Kalau program ini sudah berjalan sejak 2022 tetapi petani masih kesulitan pupuk dan belum produktif, berarti implementasi di lapangan harus diperkuat. Yang saya inginkan sekarang adalah benar-benar bekerja di bawah bersama petani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanggamus Henry Patra melaporkan produktivitas kopi di Tanggamus terus meningkat, dari sekitar 800 kilogram per hektare pada 2014 menjadi 1,25 ton per hektare pada 2025. Produksi kopi juga naik dari 32.443 ton pada 2024 menjadi 39.165 ton pada 2025 atau meningkat 17,16 persen. Selain itu, produksi kakao turut mengalami kenaikan 14,93 persen dengan luas areal mencapai sekitar 41.461 hektare. (**)

Baca juga:  Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Nurlela Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Fokal IMM, Ajak Muhammadiyah Perkuat Ekonomi Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhideâ„¢