BERITALampung SelatanPEMERINTAHAN

Pemprov Lampung Tingkatkan Produktivitas Petani Lewat Program Pupuk Hayati Cair

31
×

Pemprov Lampung Tingkatkan Produktivitas Petani Lewat Program Pupuk Hayati Cair

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Tingkatkan Produktivitas Petani Lewat Program Pupuk Hayati Cair

TINTAINFORMASI, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Desaku Maju. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pemberian bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) kepada petani yang dibarengi dengan kegiatan bimbingan teknis bagi penerima manfaat.

Sebanyak 160 petani dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran mengikuti Bimbingan Teknis Pupuk Hayati Cair yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung di Aula UPTD Bapelkes Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (25/6/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan program PHC merupakan salah satu bentuk perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terhadap kesejahteraan petani. Menurutnya, program tersebut lahir dari pemahaman gubernur terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari tingginya biaya produksi hingga menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.

“Pak Gubernur sangat memahami kondisi petani karena beliau juga berasal dari organisasi petani. Karena itu pemerintah hadir melalui Program Desaku Maju dengan memberikan bantuan Pupuk Hayati Cair yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani,” ujar Elvira.

Baca juga:  Jeritan 15 Tahun Transmigran Air Balui: Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria, Ombudsman RI Terkesan Tidak Peduli

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung telah menyalurkan bantuan unit produksi PHC pada tahun 2025 sebanyak 500 desa. Dan Tahun 2026 sebanyak 800 desa. Ada sekitar 2.000 total desa di Lampung nanti mendapat bantuan PHC. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesehatan tanah secara berkelanjutan.

Menurut Elvira, hasil penggunaan PHC di sejumlah daerah menunjukkan dampak positif. Saat mendampingi Gubernur Lampung melakukan kunjungan ke Desa Pangkalan Mas, Kabupaten Mesuji, petani setempat mengaku merasakan peningkatan hasil panen yang cukup signifikan setelah menggunakan PHC.

“Berdasarkan pengakuan petani, produktivitas panen meningkat antara 15 hingga 30 persen. Selain meningkatkan hasil panen, PHC juga membantu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman lebih tahan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau,” jelasnya.

PHC juga memiliki keunggulan karena dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman, tidak hanya padi. Kehadiran pupuk hayati ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan lahan pertanian dalam jangka panjang.

Baca juga:  Bidang Binawasa Bahas Renja–Progja 2025–2030 dan Bentuk Pokja KPN 2028

Elvira menambahkan, Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat keenam sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Bahkan produksi beras Lampung telah mengalami surplus dan turut memasok kebutuhan pangan ke berbagai provinsi.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan desa-desa yang lebih maju melalui sektor pertanian,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhideâ„¢