TINTA INFORMASI, JABAR – Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) periode 2026-2031 dalam Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) IKAPTK yang berlangsung di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (27/6/2026).
Terpilihnya Fatoni menandai berakhirnya masa kepengurusan Dewan Pengurus Nasional (DPN) IKAPTK periode 2020-2025. Konaslub tersebut juga menjadi forum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan IKAPTK lima tahun ke depan.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Fatoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, serta seluruh elemen IKAPTK yang telah menyukseskan pelaksanaan kongres dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk kembali memimpin organisasi alumni kepamongprajaan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus IKAPTK sebelumnya yang telah meletakkan fondasi organisasi, serta kepada seluruh komisariat, DPN, DPP, DPK, pimpinan sidang, dan para pembina yang telah mendukung proses ini,” ujar Fatoni.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal Kemendagri, para pimpinan kementerian dan lembaga, serta kepala daerah yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kongres.
Menurut Fatoni, dukungan dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa IKAPTK merupakan organisasi yang mampu diterima dan mendapat kepercayaan dari seluruh elemen pemerintahan.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Fatoni bukan sosok baru di lingkungan IKAPTK. Ia merupakan salah satu penggagas sekaligus pendiri organisasi alumni kepamongprajaan tersebut. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum IKAPTK periode 2010-2015 dan Ketua Harian DPN IKAPTK periode 2017-2021.
IKAPTK sendiri merupakan organisasi yang menghimpun alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan, mulai dari KDC, APDN, IIP, STPDN hingga IPDN. Saat ini organisasi tersebut memiliki lebih dari 43 ribu anggota yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Selain dipercaya memimpin IKAPTK, Fatoni saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Selama berkarier di lingkungan pemerintahan, ia pernah mengemban tugas sebagai Penjabat Gubernur di empat provinsi, yakni Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.
Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Kemendagri, di antaranya sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Sekretaris KORPRI, Kepala Pusat Kerja Sama, Kepala Bagian Protokol, hingga Sekretaris Pribadi Menteri Dalam Negeri.
Di luar tugas pemerintahan, Fatoni aktif dalam berbagai organisasi. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain Ketua Senat Mahasiswa IIP, Ketua Umum Forum Koordinasi Protokol Indonesia, Ketua Umum Pujangga Nusantara, anggota Komite Audit Wali Amanat Universitas Sriwijaya, Wakil Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), serta Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Sepanjang kariernya, Fatoni juga menerima berbagai penghargaan, di antaranya Mahasiswa Teladan IIP Tahun 1999, penghargaan Menteri Dalam Negeri sebagai Penjabat Gubernur Terbaik Total Semua Bidang dan Terbaik Bidang Ekonomi Daerah Tahun 2023, serta dua kali menerima Pin Emas Kapolri pada 2023 dan 2024.
Ia juga memperoleh sejumlah penghargaan dari media nasional, seperti Indonesia Top Achievements of The Year: Excellence in Regional Finance Governance 2026 dari Metro TV, Digital Innovation Awards 2026 dari iNews, CNN Award kategori Leading Public Infrastructure Management pada 2024, Tokoh Inspiratif dari Media Group pada 2024, serta penghargaan sebagai Akselerator Entas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem dari Tribun Network pada 2023.
Selain itu, Fatoni juga menerima sejumlah gelar adat dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya gelar Sutan Raja Pangondian dan Panabalan Marga Hasibuan dari Badan Pemangku Adat Padanglawas, Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta, Meraje Emban Adat dari Lembaga Adat Kabupaten Muara Enim, serta Pangeran Batuah Seketi dari Pemangku Adat Kota Lubuklinggau. (**)

