TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Sebanyak 140 sekolah jenjang SMA dan SMK yang tersebar di 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung diproyeksikan menerima program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Program tersebut memiliki total alokasi anggaran sekitar Rp107 miliar yang seluruhnya bersumber dari APBN.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program revitalisasi tersebut saat ini tengah dalam proses pelaksanaan. Perbaikan mencakup berbagai fasilitas utama yang menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Bentuk revitalisasinya meliputi perbaikan sanitasi atau toilet, rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga penambahan ruang kelas baru atau RKB,” ujar Thomas.
Ia menjelaskan, sekolah yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi salah satu prioritas dalam program tersebut. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi kesenjangan kualitas serta kelayakan sarana pendidikan antara sekolah di daerah pelosok dan kawasan perkotaan.
Menurut Thomas, pemerataan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang layak dan nyaman, tanpa melihat lokasi sekolah.
“Kami memprioritaskan daerah 3T yang memang membutuhkan perbaikan segera. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas dan infrastruktur yang baik agar anak-anak di daerah dapat merasakan kenyamanan belajar seperti di kota besar,” jelasnya.
Pembangunan Fisik Sekolah Belum Mendapat Alokasi APBD
Thomas memastikan pembiayaan program revitalisasi terhadap 140 SMA dan SMK pada 2026 sepenuhnya mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung belum mengalokasikan anggaran khusus dari APBD untuk pembangunan fisik sekolah pada tahun ini.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Sebelumnya, Pemprov Lampung telah menyelesaikan pembangunan sekolah di Kabupaten Tulang Bawang dengan menggunakan anggaran pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan.
“Untuk saat ini belum ada alokasi dari APBD. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita evaluasi kembali kapasitas fiskal daerah untuk melihat bagian mana saja yang dapat didukung melalui APBD,” tambah Thomas.
Selain program revitalisasi terhadap 140 sekolah, Disdikbud Provinsi Lampung juga mencatat adanya pembangunan satu unit sekolah baru (USB) pada 2026. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 2 Bukit Kemuning di Kabupaten Lampung Utara.
Pembangunan sekolah baru tersebut diharapkan dapat memperluas daya tampung sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan menengah di wilayah setempat. (**)
